“Napas gue habis…”
“DIAM DAN LARI!”
Elias hampir menarik Boris pakai tombak.
Mereka semua berlari menembus hutan gelap sementara suara langkah para orc terus mengejar dari belakang.
DUUM! DUUM! DUUM!
Tanah bahkan ikut bergetar.
Gerald berada paling belakang sambil sesekali menoleh.
Jumlah mereka makin banyak.
Puluhan.
Mungkin lebih.
Dan itu baru kelompok pemburu kecil.
“Gerald!” teriak Varn.
“Tebingnya di depan!”
Di antara pepohonan gelap, mulai terlihat dinding batu tinggi menjulang.
Jalur menuju sana sempit.
Hanya cukup dilewati tiga sampai empat orang sekaligus.
Perfect choke point.
Gerald langsung menunjuk.
“Masuk ke sana!”
“Kalau mereka ngepung gimana?!” tanya Elias panik.
“Mereka gak bisa.”
“Hah?”
“Orc terlalu besar buat bergerak bebas di jalur sempit.”
Mereka akhirnya sampai di area tebing.
Benar saja.
Jalan masuknya kecil dan berbatu.
Di kanan kiri hanya dinding batu curam.
Kalau bertahan di sini—
Jumlah musuh tidak akan terlalu berarti.
Gerald langsung berbalik.
“Bentuk garis!”
Semua refleks bergerak.
Tombak di depan. Pedang di belakang.
Dan Boris…
“Makan lagi?!”
“Aku lapar pas panik.”
“KAU BABI ATAU MANUSIA?!”
GRRRAAAHHH!!
Orc pertama akhirnya muncul dari hutan.
Lalu kedua.
Ketiga.
Dan semakin banyak.
Mata merah mereka memenuhi kegelapan.
Salah satu tentara mulai gemetar hebat.
“Kita gak akan selamat…”
Gerald menatapnya dingin.
“Kalau mau mati, mati setelah bertarung.”
“….”
Kalimat itu membuat pria itu langsung diam.
Gerald mengangkat pedangnya perlahan.
“Dengar baik-baik.”
Semua menatapnya.
“Di sini jumlah mereka gak penting.”
Ia menunjuk jalur sempit di depan.
“Mereka cuma bisa masuk sedikit demi sedikit.”
Matanya berubah tajam.
“Artinya…”
Senyum tipis muncul di wajah Gerald.
“…kita bisa membunuh mereka satu-satu.”
Raungan orc menggema.
Lalu mereka menyerbu.
“DATANGGG!!”
DUARR!!
Orc pertama langsung menabrak barisan depan.
Namun jalurnya terlalu sempit.
Tubuh monster besar itu justru menghalangi orc lain.
“Tusuk sekarang!”
CRASSHH!!
Tombak para tentara l…
The 10th Battalion
Tebing Mati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments