Kabut pagi menyelimuti desa The 10th Battalion saat seluruh orang mulai bersiap.
Kereta diperiksa. Senjata diasah. Persediaan dihitung ulang.
Karena hari ini—
Mereka meninggalkan desa.
Dan menuju tempat yang bisa mengubah masa depan mereka.
Blackstone Fort.
Elias berdiri di tengah desa sambil rambut berantakan.
“AKU ULANG SEKALI LAGI!” “JANGAN ADA YANG KETINGGALAN!”
Lalu matanya langsung ke Boris.
“TERUTAMA MAKANAN!”
Boris memeluk karung roti.
“…Dia selalu nuduh aku.”
“Karena kau memang pelaku utama!”
Beberapa anggota batalion tertawa kecil.
Meski suasana tegang… mereka tetap bergerak.
Karena sekarang mereka punya tujuan.
Di dekat gerbang—
Mira sedang berbicara dengan beberapa pedagang sambil menunjuk jalur peta.
Tatapannya tajam dan cepat.
Benar-benar seperti orang yang terbiasa hidup di tengah kekacauan.
Elena memperhatikannya sambil menyipitkan mata.
“Aku masih gak percaya kita kerja sama dengan pedagang oportunis.”
Mira tersenyum santai.
“Dunia dibangun oleh oportunis.”
“Kalimatmu terdengar kriminal.”
“Terima kasih.”
Fair.
Tak lama kemudian—
Gerald keluar dari rumah utama sambil memakai armor hitam sederhananya.
Dan seperti biasa…
Suasana langsung lebih tenang.
Tanpa sadar— semua orang melihat ke arahnya.
Karena sekarang…
Gerald sudah jadi pusat batalion.
“Hm.”
Tatapannya menyapu seluruh desa.
“Semua siap?”
“SIAP!” jawab beberapa orang bersamaan.
Meski masih gak kompak.
Namun jauh lebih baik dibanding dulu.
Gerald mengangguk kecil.
“Target kita bukan perang.”
Elias langsung lega.
“SYUKUR.”
“Kita cuma ambil benteng kosong.”
“…oh.” “Kalimat itu tetap terdengar ilegal.”
Doran malah tertawa keras.
“HAHAHAHA!” “AKU MAU LIHAT BENTENGNYA!”
Tak lama kemudian—
Gerbang desa dibuka.
Dan The 10th Battalion mulai bergerak keluar bersama:
pengungsi
kereta supply
pedagang Mira
dan pasukan kecil mereka
Mereka bukan lagi batalion perang biasa sekarang.
Mereka mulai terlihat seperti rombongan yang sedang membangun wilayah baru.
Perjalanan menuju Blackstone Fort memakan waktu hamp…
The 10th Battalion
Blackstone Fort
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments