Pagi datang bersama kabut dingin dan bau darah.
Desa The 10th Battalion perlahan mulai hidup lagi setelah serangan Raven semalam.
Orang-orang memperbaiki rumah. Mengangkat mayat. Dan membangun ulang pagar yang hancur.
Namun suasana desa berbeda sekarang.
Lebih berat.
Karena semua orang sadar—
Dunia di luar mulai berubah jadi medan perang raksasa.
Dan desa kecil mereka… berada tepat di tengahnya.
Elias berdiri di atas peti kayu sambil berteriak panik:
“YANG BISA PEGANG PALU PEGANG PALU!” “YANG GAK BISA JANGAN MALAH MAKAN!”
Boris langsung menyembunyikan roti.
“…Aku merasa diserang.”
“MEMANG!”
Beberapa anggota batalion tertawa kecil.
Meski lelah… meski penuh luka…
Mereka masih hidup.
Dan itu sudah cukup bagus untuk dunia sekarang.
Di dekat menara penjaga—
Gerald berdiri melihat desa dalam diam.
Kael berjalan mendekat sambil membawa laporan.
“Pengungsi mulai datang lagi.”
“Hm.”
“Lebih banyak dari biasanya.”
Gerald melihat ke arah gerbang desa.
Dan benar saja—
Puluhan orang terlihat berjalan masuk:
keluarga kecil
tentara terluka
anak-anak
bahkan beberapa pedagang
Semua membawa wajah yang sama.
Takut.
Karena di luar sana:
Raven bergerak
Holy Dominion merebut wilayah
Black Legion menghancurkan kota
dan monster mulai muncul makin sering
Sedangkan tempat ini…
Mulai dianggap aman.
Elias melihat para pengungsi itu sambil menghela napas.
“…Kita makin sesak.”
Elena yang berdiri dekatnya menjawab pelan:
“Kalau rumor Gerald terus menyebar…” “…ini baru awal.”
Hening.
Karena semua orang tahu itu benar.
Semakin banyak orang percaya pada mereka…
Semakin besar wilayah yang harus mereka lindungi.
Tiba-tiba—
“Komandan!”
Luca berlari cepat dari gerbang.
“Kita dapat tamu.”
“Hm?”
“Dan…” “…mereka bawa hadiah.”
Semua langsung bingung.
Hadiah?
Di tengah dunia kiamat begini?
Tak lama kemudian—
Tiga kereta besar masuk ke desa.
Penuh makanan. Kayu. Dan obat-obatan.
Di depan kereta—
Seorang wanita muda turun sambil memakai mantel hijau gelap.
Rambut coklat pendek. Tatapan tajam. Dan senyum tipis p…
The 10th Battalion
Awal Sebuah Wilayah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments