DUUUUUUMMMMMMMMMMMMMMMM!!!!!!!!!!!!
“…Dan buka pintu kehampaan sekali lagi.”
Langit dunia langsung berubah hitam total.
Petir merah menyambar tanpa henti. Laut berguncang. Gunung-gunung di kejauhan runtuh satu demi satu.
Dan di seluruh dunia—
Gerbang-gerbang Era Pertama mulai terbuka.
WHUSSHHHHHHH!!!!
Monster kuno keluar seperti mimpi buruk yang akhirnya dibebaskan.
Raksasa bertanduk. Naga berarmor hitam. Makhluk laut sebesar kota. Pasukan perang kuno.
Seluruh dunia—
Masuk ke dalam kepanikan.
DUUMM.
Namun di tengah semua kekacauan itu—
Fenrir hanya melihat Gerald.
Tatapan merahnya penuh antusias liar.
“…Ayo.” “…ingat semuanya.”
WHUSSH…
Gerald jatuh satu lutut.
Retakan hitam di tubuhnya makin menyebar. Suara perang di kepalanya makin keras.
Dan potongan memori—
Mulai bercampur dengan kenyataan.
DUUMMMMMMMMMMMMMMMM!!!!!!!!!!!!
Ia melihat Battalion X sekali lagi.
Namun sekarang—
Lebih jelas.
Benteng hitam mereka berdiri di tengah badai salju. Bendera X berkibar di atas tembok penuh darah.
Dan ribuan prajurit—
Sedang bersiap perang.
WHUSSHHHHH!!!!
“AMUNISI MANA SIAP!”
“BARRIER AKTIF!”
“UNIT KE-7 KE GARIS DEPAN!”
Suara teriakan memenuhi benteng.
Prajurit-prajurit berarmor hitam berlari ke posisi masing-masing. Meriam mana dipasang. Rune-rune pertahanan menyala di seluruh dinding benteng.
DUUMM.
Namun suasananya—
Bukan semangat perang.
Melainkan—
Keputusasaan.
Karena semua orang tahu—
Mereka tidak akan menang.
WHUSSH…
Gerald melihat dirinya.
Atau lebih tepatnya—
Pemimpin Battalion X.
Pria itu berdiri di atas tembok benteng sambil melihat langit kehampaan.
Wajahnya sangat mirip Gerald.
Namun matanya—
Jauh lebih lelah.
DUUMM.
Seorang wanita prajurit mendekatinya.
Armor hitamnya rusak parah. Darah memenuhi wajahnya.
“…Commander.”
Pria itu tidak menoleh.
“…Berapa yang tersisa.”
WHUSSH…
Wanita itu diam beberapa detik.
Lalu menjawab pelan.
“…Dua ribu.”
Keheningan turun.
Dari sepuluh ribu prajurit—
Hanya tersisa dua ribu.
DUUMMMMMMMMMMMMMMMM!!!!!!!!!!!!
Namun Commander Battalion…
The 10th Battalion
Bangunlah Lagi, Commander
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments