Pagi datang bersama suara teriakan.
“SATU LAGI!” “ANGKAT TAMENGMU!” “JANGAN PEGANG PEDANG KAYAK PEGANG SAPU!”
Seluruh desa kecil itu berubah ribut sejak matahari terbit.
Beberapa pengungsi bahkan masih belum sadar kenapa hidup mereka mendadak berubah jadi latihan militer.
Namun Gerald tidak peduli.
Kalau mereka ingin hidup…
Mereka harus bisa bertarung.
Sesederhana itu.
“ANJIR BERAT!”
Elias jatuh terduduk sambil memegangi tameng kayu.
Keringat membasahi wajahnya.
“Aku belum sarapan…”
“Bagus,” jawab Gerald datar.
“Biar kau belajar menderita.”
“ITU BUKAN MOTIVASI!”
Di tengah lapangan kecil desa, sekitar tiga puluh orang sedang latihan seadanya.
Ada yang pakai tombak kayu. Ada yang latihan ayunan pedang. Dan ada juga yang cuma lari keliling desa sambil hampir muntah.
The 10th Battalion masih terlihat seperti kumpulan orang kacau.
Namun Gerald tahu…
Pasukan bagus memang tidak langsung lahir sempurna.
Mereka dibentuk sedikit demi sedikit.
“Doran.”
“Hm?”
Pria besar itu sedang push-up sambil ketawa sendiri.
“Apa?”
“Jangan terlalu keras.”
“Aku baru pemanasan.”
“…Kau bikin orang lain minder.”
Benar saja.
Di sebelah Doran, tiga orang pengungsi sudah hampir mati cuma karena ikut push-up.
“KENAPA DIA MASIH KUAT?!” teriak salah satu dari mereka.
Doran tertawa keras.
“Karena kalian lembek!”
Boris yang duduk sambil makan langsung angkat tangan.
“Aku dukung kata lembek.”
“KAU DARI TADI GAK LATIHAN!” teriak Elias.
“Aku pengawas moral.”
“KAU CUMA MAKAN!”
Beberapa orang mulai tertawa lagi.
Dan tanpa sadar…
Suasana latihan yang tadinya berat mulai terasa lebih ringan.
Gerald memperhatikan semuanya sambil berdiri diam.
Bagus.
Mereka mulai terbiasa satu sama lain.
Itu penting.
Karena di perang… orang bertahan bukan cuma karena kuat.
Namun karena percaya pada orang di sampingnya.
“Gerald.”
Varn mendekat sambil membawa dua pedang kayu.
“Anak-anak baru terlalu kaku.”
“Aku tahu.”
“Kau mau coba?”
Gerald mengangguk kecil.
Lalu berjalan ke tengah lapangan.
Semua langsung diam.
“Luca.”
Anak muda…
The 10th Battalion
Latihan Pertama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments