Malam akhirnya tenang.
Namun desa The 10th Battalion…
Hancur.
Rumah terbakar. Pagar runtuh. Dan darah masih mengalir di tanah berlumpur.
Api unggun darurat menyala di berbagai sudut desa sementara orang-orang sibuk merawat luka dan mengumpulkan mayat.
Tak ada kemenangan malam ini.
Karena semua orang sadar—
Kalau Raven benar-benar ingin menghancurkan desa tadi…
Mereka mungkin sudah mati semua.
Elias duduk di atas peti kayu sambil membungkus lengannya.
“…Aku capek.”
Boris duduk di sampingnya sambil makan sup panas.
“Kau ngomong itu tiap perang.”
“Karena tiap perang aku hampir mati!”
“Skill issue.”
“…Aku pengen mukul dia.”
Di tengah desa—
Doran sedang duduk sendirian sambil membersihkan darah hitam di kapaknya.
Biasanya ia bakal tertawa atau cari ribut.
Namun sekarang…
Ia diam.
Dan itu terasa aneh.
Gerald berjalan mendekat.
“Hm.”
Doran melirik sedikit.
Beberapa detik hening berlalu sebelum ia akhirnya bicara:
“…Aku hampir kalah tadi.”
Gerald diam.
Karena itu benar.
Monster jahitan fase kedua tadi…
Benar-benar berbahaya.
Doran tertawa kecil.
Namun kali ini tak ada kegilaan di dalamnya.
“…Seru.”
Tatapannya naik ke langit malam.
“Kalau dunia terus begini…”
Senyumnya perlahan muncul lagi.
“…bakal banyak monster baru.”
Gerald mengerti maksudnya.
Raven mulai membuat eksperimen monster. Holy Dominion mulai merebut wilayah. Noah bergerak diam-diam.
Dan semuanya…
Baru mulai.
Tiba-tiba—
“GERALD!”
Kael berjalan cepat mendekat sambil membawa beberapa pengintai.
Wajahnya serius.
“Ada laporan.”
“Hm?”
“Pasukan Raven gak langsung balik ke utara.”
Gerald langsung menyipitkan mata.
“Mereka kemana?”
Kael menunjuk peta kasar di atas meja kayu.
“…Timur.”
Elena yang baru datang langsung membeku.
“…Holy Dominion.”
Kael mengangguk kecil.
Hening.
Lalu Elias perlahan melotot.
“TUNGGU.” “JANGAN BILANG—”
Gerald langsung mengerti juga.
Raven bergerak menuju wilayah Holy Dominion.
Dan itu berarti—
Perang besar berikutnya akan dimulai lebih cepat dari dugaan.
Elena menggertakkan gigi.
“Lucien pasti…
The 10th Battalion
Bayangan di Utara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments