Api terus membakar Benteng Arkhaven.
Langit malam berubah merah sementara perang di bawah perlahan melambat.
Bukan karena pasukan berhenti bertarung.
Namun karena semua mata sekarang tertuju pada satu orang yang berdiri di atas tembok benteng.
Pria berjubah abu-abu.
Tenang. Diam. Dan terlalu biasa.
Namun justru itu yang menyeramkan.
Karena bahkan Raven dan Magnus…
Berhenti bertarung saat melihatnya.
“…Kau.”
Suara Raven terdengar jauh lebih dingin dari biasanya.
Sedangkan Magnus malah tertawa kecil sambil mengusap darah di pundaknya.
“HAHA…” “Sudah lama sekali.”
Pria berjubah abu-abu itu akhirnya membuka mulut.
Suaranya pelan.
Namun menggema jelas di seluruh benteng.
“Masih ribut seperti biasa.”
Keheningan turun.
Elias di atas bukit langsung berbisik panik:
“SIAPA DIA ANJIR.”
Kael menelan ludah perlahan.
“…Noah.”
“Hah?”
“Strategist kerajaan lama.”
Tatapannya tetap ke pria itu.
“Dan manusia paling berbahaya yang pernah kulihat.”
Hening.
Bahkan Elena terlihat tegang sekarang.
Dan itu cukup menjelaskan segalanya.
Gerald menyipitkan mata.
Karena berbeda dari Raven atau Magnus…
Aura Noah hampir tidak terasa.
Namun justru itu yang membuat instingnya waspada.
Orang seperti ini biasanya jauh lebih mematikan.
Noah melihat medan perang di bawah perlahan:
mayat berserakan
api membakar benteng
dua pasukan besar saling membunuh
Lalu—
Ia menghela napas kecil.
“Membosankan.”
Magnus langsung menyeringai lebar.
“Kalau bosan… turun sini.”
Raven tetap diam.
Tatapannya tajam ke Noah.
Dan Gerald langsung sadar sesuatu.
Raven… waspada pada pria itu.
Noah melangkah sedikit ke depan tembok.
“Raven.”
“Hm?”
“Kau masih bermain perang kecil.”
Tatapan Noah lalu pindah ke Magnus.
“Dan kau…”
Ekspresinya datar.
“…masih terlalu bodoh untuk mati.”
Hening.
Lalu—
Magnus tertawa keras.
“HAHAHAHAHAHA!”
Namun tawa itu terasa lebih marah sekarang.
WHUSSH!!
Dalam satu detik—
Magnus melempar kapaknya ke arah tembok benteng.
DUAAARRR!!
Ledakan besar menghancurkan sebagian tembok.
Batu beterbangan ke udara.
Na…
The 10th Battalion
Noah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments