Udara dingin memenuhi lorong batu raksasa di balik gerbang abyss.
Tidak ada suara.
Tidak ada angin.
Hanya kegelapan pekat dan denyutan aneh dari dinding hitam di sepanjang lorong. Seolah tempat itu hidup… bernapas… dan mengawasi mereka.
Pasukan Batalion ke-10 berjalan perlahan dengan senjata terangkat. Armor mereka dipenuhi goresan dan darah abyss yang mengering. Pertarungan sebelumnya membuat hampir separuh anggota terluka.
Namun tidak ada yang berani mengeluh.
Karena semua orang bisa merasakan satu hal yang sama.
Tempat ini jauh lebih berbahaya dibanding medan perang mana pun yang pernah mereka hadapi.
“Jantungku sakit…” gumam salah satu prajurit sambil memegangi dadanya.
Leon menoleh cepat.
“Kau baik-baik saja?”
Prajurit itu mengangguk pelan, walau wajahnya pucat pasi.
“Tempat ini… menekan mana kita.”
Raven yang berjalan paling depan tetap diam.
Tatapannya lurus menuju ujung lorong gelap.
Semakin jauh mereka masuk, semakin banyak simbol aneh terlihat di dinding batu. Simbol itu bersinar redup merah gelap seperti urat darah.
Dan yang paling mengerikan…
Simbol itu bergerak.
Perlahan.
Seolah hidup.
“Kita seharusnya tidak berada di sini,” bisik Elena.
Tangannya menggenggam erat senapan abyss miliknya.
Untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan Batalion ke-10, suaranya terdengar takut.
Raven menghentikan langkah.
Semua pasukan ikut diam.
Dug.
Dug.
Dug.
Suara itu terdengar lagi.
Bukan dari depan.
Bukan dari belakang.
Melainkan dari seluruh lorong.
Seperti detak jantung raksasa.
Tiba-tiba—
CRAAKKK!!
Dinding di sisi kanan lorong retak besar.
“SIAP—!!”
Belum sempat mereka bereaksi, tangan hitam raksasa keluar dari dalam batu.
BOOM!!
Satu sapuan langsung menghancurkan tiga pilar sekaligus.
Debu dan pecahan batu beterbangan.
“Serang!!”
Dor!
Dor!
Dor!
Peluru abyss dan sihir menghantam makhluk itu tanpa henti. Cahaya ledakan memenuhi lorong gelap.
Namun saat debu menghilang…
Monster itu masih berdiri.
Tubuhnya tinggi hampir lima meter dengan kulit hitam seperti batu terbaka…
The 10th Battalion
Bayangan yang Menunggu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments