“…Ribuan orc.”
Keheningan langsung menyelimuti kamp pengungsi.
Tak ada yang bicara.
Tak ada yang bergerak.
Bahkan suara api unggun terasa terlalu kecil dibanding rasa takut yang tiba-tiba memenuhi udara.
Pria terluka itu jatuh berlutut sambil gemetar.
“Mereka menghancurkan semuanya…”
“Desa… benteng… semua habis…”
Tangannya yang tersisa mencengkeram tanah.
“Ada monster besar juga…”
Wajah para pengungsi langsung pucat total.
Beberapa wanita mulai menangis.
Anak-anak memeluk orang tua mereka.
Dan beberapa tentara yang tersisa terlihat mulai kehilangan semangat.
“Kita selesai…”
“Mana mungkin lawan ribuan…”
“Kerajaan pasti kalah…”
Gerald berdiri diam sambil memikirkan situasi.
Ribuan orc bergerak bersama bukan sekadar kelompok liar.
Itu pasukan.
Dan kalau mereka terus bergerak ke arah sini…
Kamp kecil ini akan musnah dalam hitungan menit.
“Gerald…”
Elias menelan ludah.
“Kita harus gimana?”
Semua mata perlahan tertuju pada Gerald.
Aneh.
Padahal mereka baru mengenalnya sehari.
Namun sekarang…
Semua orang tanpa sadar menunggu jawabannya.
Gerald menghembuskan napas pelan.
Lalu berkata:
“Kita pindah.”
“Hah?”
“Sekarang.”
Salah satu tentara langsung protes.
“Kabur terus gak bakal menyelesaikan apa-apa!”
Gerald menatapnya datar.
“Kalau tetap di sini, kau mati.”
“….”
“Kalau bergerak, minimal masih punya peluang hidup.”
Tidak ada yang bisa membantah.
Karena mereka sendiri tahu…
Kamp ini tidak punya pertahanan.
Tidak punya tembok.
Tidak punya pasukan.
Hanya kumpulan orang lelah yang menunggu mati.
Gerald mulai berjalan ke tengah kamp.
“Semua yang masih bisa bertarung ikut denganku.”
“Yang terluka dan anak-anak di tengah.”
“Jangan ada yang bergerak sendiri.”
Suaranya tenang.
Namun tegas.
Dan anehnya…
Orang-orang mulai bergerak mengikuti perintahnya.
Varn memperhatikan itu sambil tersenyum kecil.
“…Kau sadar tidak?”
Gerald menoleh sedikit.
“Mereka mulai menganggapmu pemimpin.”
“Aku bukan pemimpin.”
“Kalau begitu kenapa semua orang mendengarkanmu?”
Gerald diam.
Ia sendiri tidak tahu.
…
The 10th Battalion
The 10th Battalion
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments