DUAAARRR!!
Ledakan menghancurkan gerbang desa.
Kayu beterbangan ke udara. Tanah retak. Dan asap tebal langsung menutupi area depan The 10th Battalion.
Jeritan terdengar di mana-mana.
“ARGHH!”
“GERBANGNYA HANCUR!”
“MEDIS!” “ADA YANG KENA BATU!”
Elias terbatuk-batuk sambil bangkit dari lumpur.
“…Aku benci perang.” “AKU BENAR-BENAR BENCI PERANG.”
Namun tak ada yang mendengarkan.
Karena semua mata sekarang tertuju pada satu sosok yang perlahan keluar dari asap.
Raven.
Pria itu berjalan pelan sambil membawa pedang hitam besarnya di pundak.
Tatapannya dingin.
Dan aura mengerikan di sekelilingnya…
Makin terasa jelas sekarang.
Bahkan tentara Raven sendiri terlihat sedikit takut mendekati dirinya.
“Monster…”
gumam salah satu anggota batalion tanpa sadar.
Dan kali ini…
Tak ada yang membantah.
Raven berhenti tepat di bekas gerbang desa.
Lalu melihat sekelilingnya perlahan:
rumah rusak
pengungsi ketakutan
pasukan yang terluka
Tatapannya akhirnya berhenti pada Gerald.
“…Bagus.”
Senyumnya tipis.
“Kalian belum hancur.”
Gerald berdiri perlahan dari reruntuhan kayu.
Lengannya berdarah sedikit akibat ledakan tadi.
Namun matanya tetap tajam.
“Sayang ya?”
Raven tertawa kecil.
“Mulutmu masih keras.”
WHUSSH!!
Dalam sekejap Raven menghilang lagi.
CLAAANGGG!!
Gerald menahan tebasan mendadak itu tepat waktu.
Namun kali ini—
DUUMM!!
Tubuhnya terdorong mundur beberapa meter.
Tanah terbelah di bawah kakinya.
“GERALD!” teriak Luca panik.
Raven tidak memberi waktu.
WHUSSH!! CLANG!! DUARR!!
Serangan demi serangan menghujani Gerald seperti badai.
Cepat. Brutal. Dan berat.
Gerald terus bertahan sambil membaca ritme Raven.
Namun satu hal mulai jelas—
Raven makin cepat.
Dan makin menikmati pertarungan ini.
“HAHA…”
Raven tertawa kecil di tengah benturan pedang.
“Aku suka kau.”
“Aku tidak.”
CLANG!!
Gerald berhasil memantulkan pedang Raven lalu membalas dengan tebasan horizontal.
WHUSSH!!
Raven mundur tipis menghindar.
Namun—
CRASSHH!!
Sedikit darah akhirnya muncul di pipinya.
Keheningan sepersekian det…
The 10th Battalion
Monster di Gerbang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments