Malam turun perlahan di sekitar Benteng Arkhaven.
Kabut tipis menyelimuti lembah sementara dua pasukan besar masih saling diam seperti binatang buas yang menunggu lawannya lengah.
Di utara— pasukan Raven memenuhi bukit.
Di barat— Black Legion mendirikan kem besar penuh obor merah.
Dan jauh di atas bukit kecil selatan…
The 10th Battalion mengawasi semuanya dalam diam.
“Anjir…”
Elias mengintip dari balik batu sambil wajah tegang.
“Itu kem gede banget.”
Memang benar.
Kem Black Legion terlihat seperti kota perang kecil:
tenda besar berjejer
penjaga patroli di mana-mana
kereta supply memenuhi bagian belakang
Dan di tengah semua itu—
Bendera tengkorak merah berkibar pelan tertiup angin malam.
Gerald melihat area belakang kem sambil berpikir cepat.
Jalur supply. Gudang makanan. Minyak perang.
Kalau semua itu terbakar…
Magnus bakal langsung curiga pada Raven.
“Elena.”
“Hm?”
“Pasukan Raven biasanya menyerang pakai apa?”
Elena sedikit mengernyit.
“Panah api.”
Gerald mengangguk kecil.
Bagus.
Itu cukup.
Kael langsung mulai sadar arah pikirannya.
“…Kau mau bikin jejak palsu.”
Gerald tersenyum tipis.
“Kita bakar supply mereka.” “Lalu tinggalin tanda Raven.”
Elias langsung memegang kepalanya.
“Kenapa semua rencana kita terasa kayak kriminal tingkat tinggi…”
“Karena kita miskin,” jawab Boris santai.
“…Masuk akal lagi sialan.”
Doran menyeringai brutal sambil memutar kapaknya.
“Jadi kapan mulai bunuh orang?”
“Kalau bisa gak usah bunuh.”
Hening.
Seluruh batalion menatap Gerald tidak percaya.
“…Hah?”
Gerald melihat kem Black Legion.
“Kita bukan perang malam ini.”
Tatapannya tajam.
“Kita cuma nyalain api.”
Doran langsung kecewa.
“Sedih.”
Tak lama kemudian—
Kelompok kecil mulai bergerak turun dari bukit.
Gerald memimpin sendiri bersama:
Kael
Luca
Elias
dan Boris
Sedangkan Doran ditinggal di atas bukit.
Karena kalau Doran ikut menyusup… seluruh rencana bakal hancur dalam lima menit.
“Kenapa aku gak ikut…”
gumam Doran sedih.
“Karena kau terlalu besar buat sembunyi,” jawab Elena.
“…Rasis ba…
The 10th Battalion
Api di Tengah Malam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments