Suasana desa berubah sunyi setelah Gerald membaca pesan itu.
Angin pagi masih berhembus. Api unggun masih menyala.
Namun satu kalimat tadi cukup membuat semua orang merasa tidak nyaman.
“Benteng utara sekarang milik Raven.”
Elias mengernyit bingung.
“Benteng utara itu penting ya?”
Varn langsung menjawab pelan:
“Penting banget.”
Pria tua itu mengambil tongkat lalu menggambar di tanah.
“Lihat.”
Ia membuat garis sederhana:
desa mereka di selatan
hutan di tengah
dan benteng besar di utara
“Itu satu-satunya jalur aman menuju wilayah selatan.”
Gerald langsung mengerti.
Kalau Raven menguasai benteng itu…
Berarti semua pengungsi, pedagang, dan tentara yang lewat harus melewati wilayahnya.
Dan orang seperti Raven…
Pasti tidak akan membiarkan itu gratis.
“Dia bangun kerajaan kecil,” gumam Gerald.
“Betul,” jawab Varn.
Doran malah tersenyum kecil.
“Menarik.”
Elias langsung menoleh.
“APANYA YANG MENARIK?!”
“Kalau dia punya benteng…”
Doran memutar kapaknya pelan.
“…berarti dia juga punya makanan.”
“OTAK KALIAN KENAPA ISINYA PERANG DAN MAKAN DOANG?!”
Boris langsung angkat tangan.
“Aku lebih dominan makan.”
“DIAM KAU!”
Beberapa orang tertawa kecil lagi.
Namun Gerald tetap serius.
Benteng berarti:
pertahanan
persediaan
pasukan
dan kekuasaan
Kalau Raven benar-benar mantan ksatria…
Maka dia jauh lebih berbahaya dibanding orc biasa.
Karena monster bertarung pakai insting.
Namun manusia seperti Raven… bertarung pakai otak.
Dan itu lebih mengerikan.
“Gerald.”
Luca mendekat perlahan.
“Apa kita bakal lawan mereka?”
Semua langsung diam mendengar pertanyaan itu.
Karena mereka tahu satu hal:
Cepat atau lambat… mereka pasti bertemu Raven.
Gerald melihat sekeliling desa kecil mereka.
Orang-orang sedang latihan. Beberapa memperbaiki rumah. Sebagian menjaga gerbang.
The 10th Battalion mulai terbentuk.
Namun masih terlalu lemah.
Kalau perang sekarang…
Mereka kalah.
“Belum,” jawab Gerald akhirnya.
Elias langsung lega.
“Syukurlah…”
“Tapi kita harus siap.”
“…ANJIR.”
Gerald berdiri lalu melihat seluru…
The 10th Battalion
Benteng Utara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments