BUUUUUUUUUMMMM!!
Raungan monster mengguncang seluruh lembah.
Pertempuran langsung berhenti sesaat.
Baik pasukan Raven, pasukan kerajaan, maupun The 10th Battalion…
Semua menoleh ke arah hutan utara.
Dan di sana—
Ratusan mata merah menyala di balik gelap pepohonan.
“…Orc,” gumam Luca dengan wajah pucat.
Namun Kael justru terlihat lebih takut dari itu.
Karena suara tadi…
Bukan suara orc biasa.
BUMM… BUMM… BUMM…
Tanah mulai bergetar lagi.
Namun kali ini bukan karena pasukan manusia.
Sesuatu yang besar sedang bergerak dari dalam hutan.
Raven perlahan menurunkan pedangnya.
Tatapannya berubah.
Bukan takut.
Namun tertarik.
“HAHA…”
Senyumnya melebar sedikit.
“…Akhirnya datang juga.”
Elena langsung menyipitkan mata.
“Kau tahu soal ini?”
Raven tidak menjawab.
Namun ekspresinya cukup memberi jawaban.
Dan itu membuat Gerald sadar satu hal:
Raven memang sengaja memulai perang malam ini.
Karena sesuatu sedang mendekat.
WHUSSH!!
Seekor orc pertama akhirnya keluar dari pepohonan.
Lalu satu lagi. Dan satu lagi.
Puluhan monster mulai muncul sambil meraung brutal.
Tubuh besar. Kulit hijau gelap. Kapak batu raksasa di tangan mereka.
Namun yang paling mengerikan—
Jumlah mereka terus bertambah.
“ANJIR.” “BANYAK BANGET…”
Elias sampai mundur beberapa langkah.
Tentara kerajaan mulai panik.
“ORC!” “FORMASI!”
Sedangkan pasukan Raven langsung berubah tegang.
Karena meski brutal…
Mereka tetap manusia.
Dan manusia selalu takut monster.
Namun sebelum siapa pun bergerak—
BUUUUUMMMM!!
Pepohonan di belakang para orc tiba-tiba roboh.
Tanah retak.
Dan sesuatu yang jauh lebih besar keluar dari gelap hutan.
“…Apa itu,” bisik Boris pelan.
Bahkan Doran sampai berhenti tersenyum.
Karena monster yang keluar sekarang…
Tingginya hampir lima meter.
Tubuhnya penuh armor tulang. Matanya merah menyala. Dan di tangannya—
Sebuah palu raksasa sebesar gerobak.
Kael langsung memucat total.
“…Orc Lord.”
Keheningan membeku.
Lalu seluruh medan perang langsung kacau.
“LARI!”
“MONSTER BESAR!”
“FORMASI HANCUR!”
Beberapa ten…
The 10th Battalion
Gelombang Merah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments