DUAAAAAAAAARRRRR!!!
Ledakan menghancurkan seluruh tengah desa.
Tanah pecah. Rumah-rumah terangkat ke udara. Dan gelombang angin brutal langsung melempar beberapa anggota batalion.
“ARGHH!”
“LINDUNGIIII!”
Elias terpental sambil memegangi kepalanya.
“…Aku pensiun.” “Aku serius kali ini.”
Debu tebal memenuhi seluruh area.
Tak ada yang bisa melihat apa pun.
Namun satu hal terasa jelas—
Monster jahitan itu berubah total.
Aura haus darahnya sekarang…
Jauh lebih berat.
WHUSSH…
Angin malam perlahan meniup debu.
Dan di tengah kawah besar bekas ledakan—
Monster itu berdiri.
Tubuhnya kini lebih besar. Ototnya membengkak brutal. Kulit jahitannya robek memperlihatkan daging hitam di bawahnya.
Dan matanya…
Bukan lagi merah.
Namun hitam pekat.
“…Bunuh.”
Suaranya kini lebih dalam. Lebih menyeramkan.
Bahkan orc di sekitar mulai mundur takut.
Fenrir tertawa puas sambil membuka tangannya lebar.
“HAHAHAHA!” “INILAH MASA DEPAN!”
Elena langsung menggertakkan gigi.
“Ini bukan masa depan.” “Ini kegilaan.”
Namun Raven tetap diam.
Tatapannya tak lepas dari Gerald.
Karena bahkan dirinya…
Ingin melihat hasil akhir eksperimen ini.
Di tengah kawah—
Gerald berdiri sambil napas berat.
Lengannya berdarah. Armor hitamnya makin hancur.
Sedangkan di sampingnya—
Doran perlahan bangkit sambil mengusap darah dari mulutnya.
Namun kali ini…
Ia benar-benar tidak tertawa.
Tatapannya dingin.
Monster jahitan itu melihat mereka berdua.
Lalu—
WHUSSH!!
Ia menghilang lagi.
“CEPAT!”
Kael langsung berteriak.
DUAAARRR!!
Monster itu muncul tepat di depan Doran.
Tinju raksasanya menghantam brutal.
CLAAANG!!
Doran menahan pakai gagang kapaknya.
Namun—
BRAKK!!
Tubuhnya tetap terpental menghancurkan dua rumah sekaligus.
“DORAN!” teriak Luca.
Monster itu langsung berbalik ke Gerald.
WHUSSH!!
Cakar hitamnya menebas lurus.
Gerald memiringkan tubuh tipis.
Namun monster itu terlalu cepat sekarang.
DUARR!!
Siku monster menghantam perut Gerald hingga tanah retak.
Untuk pertama kalinya malam itu—
Gerald berlutut.
Keheningan langs…
The 10th Battalion
Fase Kedua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments