Pagi datang tanpa matahari.
Langit tertutup asap hitam dari medan perang Bern yang masih terbakar di kejauhan.
Gerald membuka matanya perlahan.
Tangannya refleks mencari pedang di samping tubuhnya.
Kebiasaan lama.
Tidur terlalu tenang di medan perang sama saja bunuh diri.
Di sekitar api kecil, anggota kelompok lain masih tertidur berantakan.
Boris tidur sambil meluk kantong roti.
Elias tidur sambil tetap memegang tombak.
Dan Varn…
Pria tua itu ternyata tidur dengan mata terbuka sedikit.
“…Veteran,” gumam Gerald kecil.
Orang yang terlalu lama hidup di perang memang susah tidur tenang.
Gerald berdiri lalu melihat sekitar.
Hutan masih sunyi.
Tidak ada jejak orc.
Namun itu justru membuatnya tidak nyaman.
Monster tidak mungkin berhenti berburu.
Yang berarti…
Mereka sedang mencari sesuatu yang lebih besar.
“Pagi…”
Elias bangun sambil mengucek mata.
Lalu langsung melompat panik.
“KITA MASIH HIDUP?!”
“…Selamat pagi juga.”
Boris ikut bangun.
“Ada sarapan?”
“KAU ITU MANUSIA APA LUBANG HITAM?!”
Gerald mengabaikan mereka.
“Kita bergerak.”
“Hah? Sekarang?” Elias mengeluh.
“Kalau mau dimakan orc, tidur lagi saja.”
Elias langsung berdiri.
“Tidak jadi.”
Kelompok kecil itu mulai berjalan keluar dari hutan.
Mereka bergerak pelan karena sebagian tentara masih terluka.
Dan semakin jauh mereka berjalan…
Semakin jelas kehancuran dunia di depan mata mereka.
Desa terbakar.
Mayat manusia di pinggir jalan.
Kereta perang hancur.
Bekas pijakan monster di mana-mana.
Invasi orc jauh lebih besar dari dugaan Gerald.
“Gerald…” gumam Varn pelan.
“Mereka bukan menyerang satu kerajaan.”
Gerald mengangguk kecil.
“Mereka menyerang manusia.”
Kalimat itu membuat semua orang diam.
Kalau monster-monster itu terus bergerak seperti ini…
Maka seluruh benua akan berubah jadi kuburan.
Tak lama kemudian—
“Asap.”
Gerald berhenti berjalan.
Di kejauhan terlihat asap kecil naik dari balik bukit.
Bukan asap kebakaran.
Asap masakan.
Masih ada manusia.
“Pelan-pelan,” ujar Gerald.
Mereka mendekati area itu dengan hati-ha…
The 10th Battalion
Kamp Pengungsi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments