Hujan masih turun saat malam makin larut.
Namun di desa The 10th Battalion…
Tak ada seorang pun yang tidur nyenyak.
Karena keputusan tadi malam mengubah segalanya.
Mereka bukan lagi sekadar pasukan bertahan hidup.
Sekarang—
Mereka mulai membangun wilayah sendiri.
Dan itu berarti:
perang
politik
pengkhianatan
dan darah yang lebih banyak
Elias duduk di depan api unggun sambil menatap kosong.
“…Aku kangen hidup sederhana.”
Boris duduk di sampingnya sambil makan daging bakar.
“Kapan hidupmu pernah sederhana?”
“…Fair.”
Di dalam rumah pertemuan—
Gerald masih melihat peta besar di meja.
Mira berdiri di sampingnya sambil menunjuk beberapa titik penting.
“Kalau mau bertahan…”
Jarinya mengetuk wilayah tengah.
“…kita harus kuasai jalur perdagangan.”
Kael mengangguk kecil.
“Kalau gak, kita bakal kelaparan duluan sebelum perang besar datang.”
Elena melipat tangan.
“Masalahnya wilayah tengah penuh bandit dan monster.”
“Dan benteng tua,” tambah Kael.
Gerald melihat satu titik di peta.
Benteng tua kecil di antara hutan dan jalur sungai.
Blackstone Fort.
Reruntuhan benteng lama yang sudah ditinggalkan bertahun-tahun.
Namun lokasinya…
Strategis.
Mira tersenyum tipis saat melihat Gerald fokus pada titik itu.
“Pilihan bagus.”
“Hm?”
“Kalau benteng itu diperbaiki…”
Tatapannya tajam.
“…kalian bisa mengontrol seluruh jalur tengah.”
Keheningan turun.
Karena semua orang langsung sadar: itu bukan lagi desa kecil.
Itu fondasi wilayah sungguhan.
Elias langsung panik lagi.
“ANJIR.” “KITA BENERAN MAU PUNYA BENTENG.”
Doran tertawa kecil.
“HAHA.” “Aku mau kamar besar.”
“KITA BELUM PUNYA BENTENGNYA!”
Namun sebelum pembicaraan lanjut—
WHUSSH!!
Seekor burung hitam masuk lewat jendela terbuka.
Pengintai langsung mengambil surat kecil di kakinya.
Dan wajahnya langsung berubah pucat.
“Laporan darurat.”
Semua langsung diam.
“Apa lagi?”
Pengintai menelan ludah.
“…Raven menyerang wilayah Holy Dominion.”
Keheningan turun.
Mira perlahan menyeringai kecil.
“Cepat juga.”
Elena langsung mengambil surat itu cepat…
The 10th Battalion
Nama Baru di Tengah Kekacauan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments