Angin sore berhembus dingin di sekitar Blackstone Fort.
Kabut tipis turun dari tebing hitam sementara dua kelompok saling menatap di depan benteng tua itu.
Di atas tembok—
Kelompok Red Fang berdiri sambil mengangkat busur dan tombak.
Armor mereka lusuh. Namun tatapan mereka tajam.
Mereka bukan bandit biasa.
Mereka tentara yang berubah jadi predator.
Dan di tengah mereka—
Brakka berdiri sambil memegang palu perang raksasanya.
Tubuhnya besar hampir setara Doran. Janggut tebal menutupi sebagian wajahnya. Dan matanya…
Penuh pengalaman perang.
“…Benteng ini milik kami.”
Keheningan turun.
Elias langsung menghela napas panjang.
“…Tentu.” “Karena hidup gak pernah gampang.”
Boris mengangkat tangan kecil.
“Kalau kita pura-pura salah jalan gimana?”
“DIAM.”
Namun Doran justru tertawa senang.
“HAHAHAHA!” “Dia besar.” “Aku suka.”
Brakka melirik Doran sebentar.
Lalu menyeringai kasar.
“Kau juga kelihatan bodoh.” “Aku suka.”
“ANJIR MEREKA COCOK.”
Mira tetap fokus melihat benteng.
Tatapannya serius sekarang.
“Red Fang bukan kelompok kecil.”
“Hm?”
“Mereka mantan tentara bayaran elit.”
Tatapannya ke Brakka.
“Dan mereka terkenal gak pernah kalah dalam perang benteng.”
Keheningan turun sedikit.
Karena itu berarti—
Merebut Blackstone Fort tidak akan mudah.
Gerald maju beberapa langkah.
Tatapannya tetap tenang.
“Kami cuma butuh benteng.”
Brakka tertawa kasar.
“HAHAHAHA!”
Palu perangnya dihantamkan ke tembok batu.
DUUMM!!
“Kami juga.”
Hening.
Lalu Brakka melanjutkan:
“Dunia mulai hancur.” “Kerajaan mati.” “Monster muncul.”
Tatapannya dingin.
“Kalau gak punya benteng…”
Senyumnya perlahan hilang.
“…orang mati.”
Kalimat sederhana.
Namun semua orang langsung mengerti.
Red Fang sama seperti mereka.
Sekelompok orang yang mencoba bertahan hidup di dunia rusak.
Dan justru itu masalahnya.
Karena dua pihak yang putus asa…
Biasanya gak bisa berbagi tempat.
Elias berbisik kecil ke Gerald.
“…Kita bisa negosiasi gak?”
Brakka langsung menjawab sebelum Gerald bicara.
“Gak bisa.”
“Hah?”
“Kami gak percaya o…
The 10th Battalion
Benteng Berdarah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments