BUMM… BUMM… BUMM…
Setiap langkah Orc Lord membuat seluruh desa bergetar.
Rumah-rumah kayu retak. Debu jatuh dari atap. Dan orang-orang hanya bisa membeku melihat monster raksasa itu mendekat perlahan.
Matanya merah menyala di tengah asap perang.
Dan aura haus darahnya…
Jauh lebih mengerikan dibanding Raven.
“…Kita mati.”
gumam salah satu pengungsi pelan.
Tak ada yang membantah.
Karena monster itu terlalu besar.
Terlalu kuat.
Dan terlalu mustahil untuk dilawan manusia biasa.
Orc Lord berhenti tepat di depan reruntuhan gerbang desa.
Lalu perlahan mengangkat palu raksasanya.
DUUMM…
Tanah retak hanya karena berat senjatanya.
Elias langsung pucat total.
“GERALD.” “AKU GAK DIBAYAR BUAT BEGINIAN.”
“Kau memang gak dibayar.”
“NAH ITU MASALAHNYA!”
Namun Gerald tetap tenang.
Matanya terus membaca gerakan monster itu.
Kebiasaan lama.
Analisa. Cari pola. Cari kelemahan.
Meski lawannya monster sebesar rumah.
“Semua orang masuk posisi bertahan!” teriak Gerald.
The 10th Battalion langsung bergerak cepat.
Tombak depan mundur ke dalam desa. Pemanah naik ke atap. Orang-orang sipil disuruh masuk rumah batu kecil di tengah desa.
Meski panik… mereka tetap bergerak.
Karena sekarang mereka percaya satu hal:
Kalau Gerald belum menyerah… mereka juga belum boleh menyerah.
Sementara itu—
Pasukan kerajaan dan pasukan Raven masih bertarung melawan gelombang orc di luar desa.
Ironis.
Manusia yang tadi saling bunuh… sekarang terpaksa bertarung bersama untuk bertahan hidup.
Elena menebas satu orc sambil berteriak:
“JANGAN BIARKAN MONSTER ITU MASUK!”
Namun terlambat.
Orc Lord sudah melangkah masuk ke desa.
BUMM!!
Satu langkah lagi.
Dan rumah kecil di dekat gerbang langsung roboh hanya karena getarannya.
“HAHAHAHA…”
Doran justru tertawa makin keras.
Matanya penuh semangat perang.
“Aku suka monster ini.”
“KAU SUKA SEMUA YANG BISA BUNUH KITA!” teriak Elias.
Doran memutar kapaknya brutal.
“AKU MAU YANG BESAR!”
Dan sebelum siapa pun menghentikannya—
DUARR!!
Doran langsung menerjang Orc Lord sendirian.
“D…
The 10th Battalion
Benteng Terakhir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments