Angin dingin berputar pelan di halaman Blackstone Fort.
Namun tak ada seorang pun bergerak.
Karena seluruh benteng sekarang fokus pada satu hal:
Gerald. Dan Ashen.
Dua sosok berdiri saling berhadapan di tengah halaman retak.
Satu tenang seperti pemburu. Satu dingin seperti monster perang.
Dan aura membunuh tipis di antara mereka…
Makin tajam.
WHUSSH…
Ashen memutar dua pedangnya ringan.
Gerakannya santai. Hampir indah.
Namun justru itu yang membuat Kael makin tegang.
“…Dia belum serius.”
Elena menyipitkan mata.
“Hm?”
“Lihat langkah kakinya.” “Dia masih menguji.”
Di atas tembok—
Victor melihat Ashen sambil memegang dagunya.
Tatapannya sulit dibaca.
“Golden Hunt mengirim orang secepat ini…”
gumamnya pelan.
Mira langsung melirik.
“Itu buruk?”
Victor tersenyum kecil.
“…Sangat.”
Sementara itu—
Ashen kembali melangkah maju perlahan.
Matanya tetap terkunci pada Gerald.
“Aneh.”
“Hm?”
“Biasanya orang sepertimu…”
Senyumnya tipis.
“…punya aura monster besar.”
Tatapannya sedikit menyipit.
“Tapi kau lebih mirip pisau.”
Keheningan turun.
Gerald tak menjawab.
Namun Ashen justru terlihat makin tertarik.
WHUSSH!!
Tanpa aba-aba—
Ia menghilang lagi.
CLANG!! WHUSSH!! CLANG!!
Dua pedangnya menghantam Gerald dari sisi berbeda.
Cepat. Presisi. Mematikan.
Gerald berhasil menahan.
Namun—
CRASSHH!!
Satu tebasan tipis kembali menggores bahunya.
Darah menetes kecil.
Ashen melompat mundur ringan.
“…Kau lambat sepersekian detik.”
Elias langsung stres.
“GIMANA CARA DIA NGITUNG SEPERSEKIAN DETIK?!”
“Karena dia psikopat,” jawab Boris.
“…Fair.”
Namun Gerald sekarang mulai mengerti sesuatu.
Ashen tidak bertarung untuk menang cepat.
Ia membongkar ritme lawan sedikit demi sedikit.
Mencari kebiasaan. Celah. Refleks.
Seperti pemburu yang menguliti mangsanya perlahan.
WHUSSH!!
Ashen menyerang lagi.
Kali ini lebih cepat.
Pedang kirinya menusuk lurus.
Gerald memiringkan tubuh.
Namun—
Pedang kanan Ashen langsung muncul dari sudut buta.
CRASSHH!!
Armor Gerald robek tipis.
Ashen tersenyum kecil.
“…Ketemu.”
Kehe…
The 10th Battalion
Pedang Emas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments