Suara Raja Abyss mengguncang seluruh laboratorium seperti gemuruh dari dasar dunia.
Begitu nama itu dipanggil—
Tubuh Ren langsung membeku.
Bukan karena takut.
Melainkan karena sesuatu dalam dirinya bereaksi.
Pembuluh hitam di lehernya menyala merah samar. Aura abyss yang sebelumnya tidak stabil kini bergerak perlahan mengikuti detak jantung makhluk raksasa itu.
DUUM…
DUUM…
DUUM…
Setiap detakan terasa seperti memukul dada Ren dari dalam.
Elena segera memegang lengannya.
“Ren! Tetap sadar!”
Namun Ren hampir tidak mendengar suaranya.
Kepalanya dipenuhi potongan ingatan yang muncul semakin cepat.
Lorong putih.
Cairan hitam.
Suara anak-anak menangis.
Dan seorang ilmuwan tua yang berlutut sambil tertawa seperti orang gila.
“Akhirnya berhasil…”
“Subjek 010 mampu menahan inti abyss…”
“Ahh…!”
Ren memegang kepalanya keras-keras.
Rasa sakitnya jauh lebih parah dibanding sebelumnya.
Bukan hanya sakit fisik.
Melainkan seperti dua kesadaran sedang saling bertabrakan di dalam tubuhnya.
Subject 000 memperhatikan itu dengan tatapan datar.
“Ingatanmu mulai kembali.”
Leon langsung mengarahkan senjatanya ke arah pria itu.
“Kalau kau tahu semua ini, hentikan dia sekarang!”
“Hentikan?”
Subject 000 tertawa kecil.
Suara tawanya nyaris tidak memiliki emosi.
“Aku menunggu momen ini selama bertahun-tahun.”
Kael memaki pelan.
“Kau benar-benar gila…”
Namun Subject 000 tidak marah.
Tatapannya kembali mengarah pada Raja Abyss.
Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu—
Ada sesuatu seperti rasa hormat di matanya.
“Atau mungkin,” katanya lirih, “aku hanya lelah hidup.”
Kalimat itu membuat Ren perlahan mengangkat kepala.
Subject 000 berdiri di depan jurang abyss dengan mantel hitam yang berkibar diterpa hawa panas.
Sendirian.
Sepi.
Dan entah kenapa—
Untuk sesaat Ren merasa pria itu terlihat sangat manusiawi.
Raja Abyss kembali bergerak.
Tangannya yang besar perlahan mengarah ke Ren.
Monster-monster abyssal di sekitar mereka langsung berlutut lebih rendah, seolah sedang menyaksikan sesuatu yang sakr…
The 10th Battalion
Wadah Terakhir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments