Keheningan menyelimuti seluruh medan perang.
Tidak ada yang bergerak.
Tidak ada yang bicara.
Karena di tengah reruntuhan dataran timur—
Lucien berlutut.
Armor sucinya retak besar. Darah mengalir dari dada. Dan pedang putih simbol Holy Dominion…
Retak.
CLINK…
Suara retakan kecil itu terdengar lebih keras dari ledakan mana pun malam ini.
Para ksatria suci langsung pucat.
“…Pedang sucinya…”
“…Retak…”
“…Tidak mungkin…”
Karena bagi mereka—
Pedang itu bukan sekadar senjata.
Itu simbol kemenangan. Simbol keyakinan. Simbol bahwa Lucien tak akan pernah kalah.
Namun sekarang—
Simbol itu rusak.
WHUSSH…
Aura hitam Gerald bergerak perlahan di langit seperti badai hidup.
Dan setiap kali aura itu berdenyut—
Cahaya putih Holy Dominion makin melemah.
Gerald berjalan perlahan mendekat.
Satu langkah.
DUUMM.
Tanah retak.
Langkah kedua.
DUUMM.
Beberapa ksatria suci refleks mundur.
Karena insting mereka menjerit satu hal:
Bahaya.
Bahaya besar.
Elias menatap suasana itu sambil gemetar kecil.
“…Aku rasa…” “…kita jadi villain ya?”
“Sudah dari lama,” jawab Boris santai.
“…Fair.”
WHUSSH…
Lucien perlahan mengangkat wajahnya.
Tatapannya masih tajam.
Namun sekarang—
Ada sesuatu yang berbeda di matanya.
Keraguan.
Dan itu membuat seluruh Holy Dominion takut.
Karena Lucien tidak pernah ragu.
Tak pernah.
“…Kau…”
Suaranya sedikit berat sekarang.
“…apa sebenarnya dirimu?”
Keheningan turun.
Gerald berhenti beberapa meter di depannya.
Aura hitam di belakangnya perlahan membentuk singgasana bayangan besar.
Dan sosok tanpa wajah itu…
Kini berdiri tepat di belakang Gerald seperti pelayan setia.
WHUSSH…
Gerald mengangkat pedangnya perlahan.
Tatapannya tetap dingin.
“…Aku cuma seseorang…”
Aura hitam langsung berputar lebih besar.
“…yang muak dengan dunia ini.”
DUUMMMMMM!!!
Tekanan hitam langsung menghantam seluruh area.
Pasukan Holy Dominion langsung terdorong mundur.
Beberapa ksatria bahkan jatuh berlutut.
Karena aura Gerald sekarang…
Terlalu berat.
Kael langsung sadar sesuatu.
“…Dia mulai kehilangan kontro…
The 10th Battalion
Santo yang Mulai Goyah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments