Pagi datang dengan udara dingin dan bau asap yang masih memenuhi desa rusak itu.
Namun berbeda dari hari sebelumnya…
Desa kecil itu mulai terasa hidup.
Api unggun menyala. Orang-orang mulai bergerak. Dan beberapa pengungsi bahkan mulai memperbaiki rumah-rumah yang masih bisa dipakai.
Meski kacau…
Mereka akhirnya punya tempat bertahan.
Gerald berdiri di dekat pagar kayu sambil melihat sekitar.
Desa ini masih jauh dari aman.
Namun setidaknya… mereka punya waktu bernapas.
Sedikit.
“WOI GENDUT!”
BRAKK!!
Suara keras tiba-tiba terdengar dari tengah desa.
Gerald memegang pelipisnya.
Pasti Boris lagi.
Benar saja.
Di tengah desa, Boris sedang tarik-tarikan daging asap dengan pria besar kemarin.
Doran.
“ITU PUNYA GUA!”
“Siapa cepat dia dapat.”
“KAU NYURI!”
“Aku veteran perang.”
“ITU BUKAN ALASAN!”
Elias sampai teriak dari samping.
“KENAPA ORANG-ORANG DI SINI OTAKNYA RUSAK SEMUA?!”
Doran tertawa keras sambil menggigit daging asap itu besar-besar.
Tubuh pria itu memang besar.
Tinggi hampir dua meter. Pundaknya lebar. Tangannya penuh bekas luka.
Dan dari cara bergeraknya…
Gerald tahu satu hal: orang ini pernah membunuh banyak orang.
“Gerald.”
Varn mendekat pelan.
“Kau percaya sama dia?”
Gerald melihat Doran beberapa detik.
“…Belum.”
Orang seperti Doran berbahaya.
Namun di dunia seperti sekarang…
Orang berbahaya justru lebih berguna daripada orang baik.
Tiba-tiba Doran melambai ke Gerald.
“Oi bos!”
“Apa?”
“Kapan kita bunuh orc lagi?”
Elias langsung melotot.
“KENAPA KAU SEMANGAT BANGET SOAL ITU?!”
Doran menyeringai.
“Lebih seru daripada perang manusia.”
“…Dia psikopat,” gumam Elias.
“Benar,” jawab Varn santai.
Namun Gerald justru memperhatikan sesuatu.
Doran tidak takut.
Bukan pura-pura berani.
Tapi benar-benar tidak takut.
Orang seperti itu jarang.
Dan di medan perang…
Orang tanpa rasa takut bisa jadi aset besar atau masalah besar.
Tak lama kemudian—
“Gerald!”
Seorang pengungsi berlari mendekat sambil panik.
“Ada masalah di luar desa!”
Semua langsung siaga.
Gerald mencabut pedang…
The 10th Battalion
Doran Sang Banteng
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments