Hutan kembali sunyi.
Tubuh ogre raksasa tergeletak di depan jalur tebing seperti gunung kecil.
Darah hitamnya mengalir di sela batu.
Para tentara masih membeku.
Mereka baru saja membunuh monster sebesar itu.
Dan lebih gilanya lagi…
Mereka melakukannya tanpa kehilangan satu orang pun.
“HAHAHAHA!”
Boris tiba-tiba tertawa keras sambil menepuk perutnya sendiri.
“KITA HEBAT!”
“Kau hampir mati tiga kali…” gumam Elias lemas.
“Tapi gak mati.”
“Itu yang bikin heran.”
Gerald duduk di atas batu sambil mengatur napas.
Tubuhnya mulai terasa berat.
Adrenalin perang perlahan turun.
Dan rasa lelah mulai menyerang.
Tubuh ini memang lebih muda…
Namun tetap bukan tubuh pasukan elit seperti dulu.
Masih lemah.
Masih lambat.
Dan terlalu kurus.
“Gerald.”
Varn mendekat perlahan.
Tentara tua itu menatap bangkai ogre beberapa detik.
“Kau tahu cara membunuh monster itu.”
“Kurang lebih.”
“Itu bukan jawaban normal.”
Gerald hanya diam.
Elias ikut duduk di dekat api kecil.
“Aku masih gak percaya kita hidup…”
“Jangan senang dulu,” jawab Gerald.
“Hah?”
Gerald menunjuk medan perang jauh di belakang sana.
Api masih menyala di kejauhan.
Dan raungan orc masih terdengar samar.
“Itu baru awal.”
Wajah semua orang kembali serius.
Benar juga.
Kalau monster sebesar ogre saja ada…
Berapa banyak lagi monster yang belum muncul?
Tiba-tiba salah satu tentara berdiri.
“Aku pergi.”
Semua menoleh.
Pria itu terlihat ketakutan.
“Apa?”
“Aku gak mau ikut perang gila ini lagi!”
“Lalu mau ke mana?” tanya Varn.
“Mana aja! Pokoknya bukan di sini!”
Beberapa tentara mulai ragu.
Mereka juga takut.
Dan Gerald bisa melihatnya jelas di mata mereka.
Panik. Putus asa. Lelah.
Gerald berdiri perlahan.
“Kalian boleh pergi.”
Semua langsung menoleh padanya.
“Hah?”
“Aku gak akan tahan siapa pun.”
“Gerald…” Elias terlihat bingung.
Namun Gerald tetap tenang.
“Kalau mau hidup sendiri, silakan.”
Ia melihat satu per satu wajah mereka.
“Tapi dengarkan ini baik-baik.”
Suasana jadi hening.
“Orc bukan musuh yang bisa kalian lawan sendirian.”
Mata…
The 10th Battalion
Orang-Orang Buangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments