“KAU MEMBANGUN RUMAH DI ABYSS?!”
Suara Leon menggema keras di tengah salju.
Beberapa prajurit bahkan sampai menoleh bingung.
Namun Raven hanya mengangkat bahu santai.
“…singgasananya terlalu suram.”
Elena langsung menahan tawa kecil.
Untuk pertama kalinya setelah semua perang itu—
Raven terlihat lebih normal.
Lebih manusia.
Meski aura abyss masih terasa samar di sekeliling tubuhnya.
Grand Inquisitor menyipitkan mata.
“Kau bercanda?”
Raven menggeleng.
“Aku serius.”
Tatapannya perlahan naik ke langit malam.
“Kalau aku harus tinggal lama di abyss…”
“…aku tidak mau terus duduk di singgasana seperti mayat.”
Sunyi beberapa detik.
Lalu Leon tertawa keras.
“Hahaha!!”
“Raja Abyss malah bikin rumah!”
Raven mendecakkan lidah.
“…aku juga bosan lihat lautan hitam terus.”
Namun sebenarnya—
itu bukan alasan utamanya.
Karena jauh di dalam dirinya—
Raven takut.
Takut kalau suatu hari dirinya benar-benar kehilangan sisi manusianya.
Dan rumah kecil yang ia bangun di abyss…
adalah satu-satunya hal yang membuatnya merasa masih hidup sebagai manusia.
DUUUUMMMM—
Angin dingin berhembus pelan.
Salju terus turun di wilayah utara.
Elena menatap Raven beberapa detik sebelum akhirnya bertanya pelan:
“…seperti apa rumahnya?”
Raven terdiam sesaat.
Lalu senyum kecil muncul di wajahnya.
“Tenang.”
Tatapannya sedikit jauh.
“Ada danau hitam di dekatnya.”
“Aku bikin taman kecil juga.”
Leon langsung membeku.
“…kau bikin TAMAN di abyss?”
“Kenapa semua orang kaget?”
Raven terlihat benar-benar bingung.
“Abyss juga butuh suasana bagus.”
Elena akhirnya tertawa kecil lagi.
Dan suara tawa itu—
membuat Raven diam beberapa detik.
Karena sudah lama sekali ia tidak mendengar suara seperti itu di abyss.
Namun tiba-tiba—
WRRRRRRR—
Pedang Penutup Dunia di punggung Raven bergetar pelan.
Aura merah samar muncul di sepanjang bilahnya.
Senyum Raven langsung memudar.
Karena ia tahu artinya.
Abyss memanggilnya kembali.
[ Raja… ]
Suara abyss terdengar di kepalanya.
[ Gerbang timur kembali tidak stabil. ]
Raven menghela napa…
The 10th Battalion
Rumah di Abyss
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments