Langit utara dipenuhi awan hitam.
Hujan turun pelan membasahi benteng Raven sementara suara palu dan langkah tentara menggema di seluruh area benteng.
Berbeda dari sebelumnya…
Benteng utara sekarang bergerak seperti sarang monster yang baru bangun.
Tentara mulai dipanggil. Senjata dibagikan. Kuda disiapkan.
Dan di atas singgasana kayu hitam—
Raven duduk diam sambil memandang hujan di luar benteng.
Tatapannya tenang.
Namun justru itu yang membuat semua orang takut.
“Komandan.”
Cain masih berlutut di depan Raven.
“The 10th Battalion terus menerima pengungsi.”
Raven tidak langsung menjawab.
Jarinya mengetuk gagang pedang hitam perlahan.
Tak. Tak. Tak.
Suara kecil itu membuat suasana ruangan terasa berat.
“Berapa jumlah mereka sekarang?”
“Mungkin lebih dari seratus.”
“Cepat.”
Cain mengangguk kecil.
“Mereka juga mulai punya supply sendiri.” “Pedagang mulai datang.” “Dan rumor tentang mereka menyebar.”
Keheningan turun.
Lalu—
Raven tersenyum tipis.
“…Bagus.”
Cain sedikit mengangkat wajah.
Karena biasanya Raven akan marah kalau ada kelompok melawan dirinya.
Namun kali ini berbeda.
Raven justru terlihat tertarik.
“Aku bosan membantai orang lemah,” gumam Raven pelan.
Tatapannya dingin.
“Kalau mereka mau melawan…”
Tangannya perlahan menggenggam pedang hitamnya.
“…biar mereka melawan.”
Tekanan berat memenuhi ruangan.
Bahkan Cain langsung menunduk lagi tanpa sadar.
Karena meski sudah lama mengikuti Raven…
Ia tetap takut pada pria itu.
Sementara itu—
Jauh di selatan…
Desa The 10th Battalion jauh lebih hidup dibanding biasanya.
Suara tawa. Latihan. Dan aroma masakan memenuhi area desa sejak pagi.
Meski perang semakin dekat…
Orang-orang mulai merasa aman di tempat itu.
Dan itu membuat Gerald khawatir.
Karena rasa aman bisa membuat manusia lengah.
“GERAK YANG BENAR!”
Elias sekarang benar-benar jadi instruktur tombak.
“Kalau orc datang kalian mau ditusuk sambil nangis?!”
“KAK ELIAS MENAKUTKAN…” bisik salah satu anak baru.
“Aku bangga,” jawab Elias haru.
Boris lewat sambil membawa da…
The 10th Battalion
Perang Sungguhan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments