Angin pagi berhembus pelan melewati tembok Blackstone Fort.
Kabut mulai menghilang sedikit demi sedikit, memperlihatkan benteng hitam yang kini dipenuhi orang:
anggota The 10th Battalion
Red Fang
pengungsi
dan pedagang kecil yang mulai berdatangan
Tempat itu terasa hidup.
Namun juga…
Berbahaya.
Karena semakin besar benteng ini tumbuh…
Semakin banyak mata mulai melihatnya.
Di gerbang utama—
Victor berdiri tenang sambil memegang tongkat peraknya.
Pakaiannya bersih. Sepatunya bahkan tidak terkena lumpur.
Dan justru itu yang membuat Elias curiga.
“…Aku gak percaya orang yang bajunya terlalu bersih di dunia kayak gini.”
“Karena kau jorok,” jawab Boris.
“…Itu serangan pribadi.”
Victor tersenyum tipis mendengar keributan kecil itu.
Namun tatapannya tetap fokus pada Gerald.
“Aku datang membawa tawaran.”
Hening.
Brakka berdiri di atas tembok sambil melipat tangan.
Tatapannya tajam penuh curiga.
“Pedagang selalu bawa masalah.”
Victor tertawa kecil.
“Benar.” “Tapi kami juga bawa uang.”
Hening sepersekian detik.
Lalu Boris langsung menunjuk Victor.
“Aku suka dia.”
“PENDIRIANMU MURAH BANGET!”
Mira berjalan mendekat perlahan.
Tatapannya langsung bertemu Victor.
Dan untuk pertama kalinya—
Senyum kecil pria tua itu berubah lebih tajam.
“…Mira.”
“Hm.”
“Kau ternyata benar-benar memilih pihak.”
Mira menyilangkan tangan santai.
“Aku selalu pilih pihak yang untung.”
Victor tertawa kecil.
“Masih sama seperti dulu.”
Keheningan turun.
Elias langsung melirik Mira.
“…Kalian kenal?”
“Sayangnya iya,” jawab Mira datar.
Victor mengetuk tongkatnya pelan ke tanah batu benteng.
“Merchant Union mendengar banyak rumor.”
Tatapannya menyapu benteng:
undead
bekas perang
Red Fang
dan bendera The 10th Battalion yang mulai tergantung di atas gerbang
Lalu matanya kembali ke Gerald.
“Dan sejauh ini…” “…semuanya menarik.”
Gerald tetap tenang.
“Apa maumu?”
Victor tersenyum kecil.
“Perdagangan.”
Jawaban cepat.
Namun tak ada yang langsung percaya.
Karena semua orang tahu: tak ada pedagang besar bergerak tanpa tu…
The 10th Battalion
Pedagang yang Tidak Pernah Rugi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments