Angin malam berhenti terasa hangat.
Seluruh desa membeku.
Tak ada yang bicara. Tak ada yang bergerak.
Karena pria yang berdiri di depan gerbang desa sekarang…
Adalah orang yang sejak tadi hanya mereka dengar lewat rumor.
Raven.
Pria itu berdiri tenang di bawah cahaya obor.
Armor hitamnya penuh bekas goresan perang. Jubah gelapnya bergerak pelan tertiup angin malam.
Dan pedang besar di punggungnya…
Terlalu besar untuk manusia biasa.
Gerald langsung tahu satu hal:
Orang ini berbahaya.
Sangat berbahaya.
“…Mustahil,” gumam Kael pelan dari belakang.
Tatapannya terlihat terguncang.
“Kenapa dia datang sendiri…”
Raven perlahan mengangkat wajahnya.
Matanya tajam. Dingin. Dan anehnya…
Tenang sekali.
Seolah dirinya tidak sedang berdiri di depan markas musuh.
Elias menelan ludah.
“…Dia doang?”
“Ya,” jawab Doran pelan.
Namun untuk pertama kalinya…
Pria besar itu tidak tersenyum.
Dan itu membuat suasana makin menyeramkan.
Karena kalau Doran saja serius… berarti orang ini memang bukan monster biasa.
Raven melihat seluruh desa perlahan:
pagar kayu
rumah rusak
pengungsi bersenjata
dan pasukan kecil The 10th Battalion
Lalu—
Ia tersenyum tipis.
“…Lebih jelek dari dugaanku.”
Elias langsung tersinggung.
“WOI!”
“Diam,” ujar Gerald pendek.
Raven melangkah mendekati gerbang perlahan.
Tak ada rasa takut sedikit pun di wajahnya.
Bahkan para pemanah di atas rumah mulai gugup sendiri.
Karena pria itu terlihat terlalu tenang.
“Jadi…” ujar Raven pelan.
“Kau Gerald?”
Gerald tidak menjawab langsung.
Namun tetap berdiri paling depan.
Raven tertawa kecil.
“Aura tentaramu kuat.”
Kael langsung mengepalkan tangannya.
“Jangan dengarkan dia…”
Raven melirik Kael.
Dan untuk pertama kalinya…
Tatapan dingin itu berubah sedikit.
“…Pengkhianat.”
Suasana langsung berat.
Kael refleks memegang pedangnya.
Namun Raven justru terlihat santai.
“Aku pikir kau mati.”
Kael menggertakkan gigi.
“Aku berharap begitu.”
Raven tertawa kecil pelan.
“Masih lemah seperti biasa.”
Doran langsung maju sedikit.
“Oi.”
Raven melirikny…
The 10th Battalion
Raven
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments