Langit malam berubah merah.
Asap hitam terlihat jelas dari atas bukit di selatan sementara bau kayu terbakar perlahan sampai ke desa The 10th Battalion.
Tak ada yang bicara.
Karena semua orang tahu satu hal:
Raven mulai bergerak.
“Brengsek…”
Elias menatap api di kejauhan dengan wajah pucat.
“Itu desa pengungsi kan?”
Kael mengangguk pelan.
“…Ya.”
Tatapannya terlihat gelap.
“Raven sering melakukan itu.”
“Bakar desa?” “Bunuh orang?” “Sebar rasa takut?”
Kael mengepalkan tangannya.
“Kalau orang takut… mereka lebih gampang tunduk.”
Keheningan turun.
Gerald melihat kobaran api di kejauhan beberapa detik.
Strategi teror.
Sederhana. Keji. Dan sangat efektif.
Karena manusia yang ketakutan biasanya berhenti berpikir.
Namun Gerald justru merasa dingin.
Pria seperti Raven…
Harus dibunuh secepat mungkin.
“Gerald.”
Varn berjalan mendekat.
“Kita bantu desa itu?”
Semua langsung menoleh.
Pertanyaan sulit.
Kalau mereka pergi:
desa mereka kosong
supply berkurang
dan mungkin jebakan
Namun kalau diam saja…
Orang-orang di sana mati.
Elias langsung gelisah.
“Kita gak mungkin tinggal diam kan?”
Doran justru melipat tangan.
“Kalau itu jebakan?”
“NAH ITU MASALAHNYA!”
Gerald diam beberapa detik.
Pikirannya bekerja cepat.
Raven baru saja datang ke desa mereka tadi malam.
Dan sekarang desa lain terbakar?
Terlalu cepat.
Terlalu tepat.
“…Jebakan,” gumam Gerald.
Kael langsung mengangkat wajah.
“Aku juga pikir begitu.”
Boris yang dari tadi diam tiba-tiba bicara:
“Kalau itu jebakan…”
Semua menoleh.
“…berarti musuh pikir kita bakal datang.”
Elias berkedip beberapa kali.
“Untuk pertama kalinya aku takut karena Boris terdengar pintar.”
“Aku selalu pintar.”
“Tidak.”
Gerald perlahan menyeringai tipis.
Dan tiba-tiba…
Ia mendapat ide.
“Kalau Raven mau jebakan…”
Tatapannya berubah tajam.
“…kita kasih jebakan balik.”
Suasana langsung hening.
Doran mulai tertawa kecil.
“HAHA…” “Aku suka ekspresi itu.”
Elias langsung panik.
“Jangan bilang kau punya ide gila lagi.”
Gerald mengambil tongkat lalu menggambar di tan…
The 10th Battalion
Perburuan Dimulai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments