Desa kecil itu akhirnya kembali tenang.
Tiga bangkai orc tergeletak di jalan utama dengan darah hitam mengalir di sela batu dan tanah lumpur.
Bau busuk mulai memenuhi udara.
Namun kali ini…
Tak ada yang panik.
Karena untuk pertama kalinya sejak invasi dimulai— orang-orang di desa melihat sesuatu yang mustahil.
Monster bisa dibunuh.
Dan itu mengubah segalanya.
“WOI!”
Boris menendang kepala orc sambil nyengir bangga.
“Yang ini gede juga.”
“JANGAN DIMAININ!” teriak Elias.
“Takut hidup lagi?”
“TAKUT KAU MAKAN!”
Beberapa pengungsi mulai tertawa kecil.
Suasana yang tadinya penuh ketakutan perlahan berubah.
Mereka masih takut.
Namun sekarang…
Ada harapan kecil di dalam diri mereka.
Gerald berdiri di dekat bangkai orc sambil membersihkan pedangnya.
Tatapannya lalu mengarah ke kelompok pengungsi bersenjata dari luar desa tadi.
Sekitar dua puluh orang.
Kurus. Kotor. Dan terlihat kelelahan.
Namun sekarang…
Tatapan mereka ke Gerald berubah.
Bukan lagi seperti melihat sesama pengungsi.
Melainkan seseorang yang bisa memimpin mereka bertahan hidup.
Anak muda kurus tadi melangkah maju perlahan.
Tangannya masih gemetar sedikit setelah melempar pisau tadi.
“…Kami mau ikut kalian.”
Elias langsung menoleh.
“Hah? Langsung gitu?”
Anak muda itu menatap bangkai orc di tanah.
“Kami udah lihat cukup banyak orang mati.”
Tatapannya berubah pahit.
“Kalau tetap sendiri… kami bakal habis.”
Gerald memperhatikan mereka beberapa detik.
Kelompok ini bukan tentara.
Namun mereka punya satu hal penting:
Insting bertahan hidup.
Dan itu lebih berguna daripada keberanian palsu.
“Nama?” tanya Gerald.
“Luca.”
“Yang lain?”
Luca menunjuk satu per satu orang di belakangnya.
“Ada pemburu.” “Mantan pekerja tambang.” “Mantan pencuri.” “Dan sisanya… pengungsi.”
“Lengkap juga,” gumam Boris.
Lalu Boris mendekat ke Luca sambil serius.
“Kau bisa masak?”
“Hah?”
“Pertanyaan penting.”
Elias langsung menarik Boris menjauh.
“BERHENTI REKRUT ORANG BERDASARKAN MAKANAN!”
“Aku lagi bangun masa depan.”
“MASA DEPAN PERUTMU!”
Bebe…
The 10th Battalion
Orang-Orang Baru
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments