Angin malam berputar pelan di sekitar desa kecil itu.
Tak ada yang bergerak.
Tak ada yang berani bicara.
Karena sekarang…
Dua monster manusia sedang saling berhadapan.
Gerald menggenggam pedangnya erat sambil menatap Raven tanpa berkedip.
Sedangkan Raven berdiri santai dengan pedang hitam besarnya di pundak.
Namun justru itu yang mengerikan.
Pria itu terlihat terlalu tenang.
Seolah dirinya tidak menganggap seluruh desa ini ancaman.
Elias menelan ludah keras.
“…Aku punya firasat buruk.”
“Bagus,” gumam Varn pelan.
“Itu artinya kau belum bodoh.”
Doran justru menyeringai lebar.
Matanya berbinar seperti anak kecil melihat mainan baru.
“HAHAHAHA…” “Akhirnya.”
“Kenapa kau malah senang?!” bisik Elias panik.
“Karena ini menarik.”
“KAU MEMANG GILA!”
Sementara itu…
Kael terlihat paling tegang.
Tatapannya terus mengarah ke Raven.
Dan Gerald memperhatikan satu hal:
Kael takut.
Bukan takut mati.
Namun takut pada kekuatan Raven itu sendiri.
“Gerald…”
bisik Kael pelan.
“Jangan lawan dia langsung.”
Raven mendengar itu.
Dan tersenyum tipis.
“Masih pengecut seperti biasa.”
Kael langsung menggertakkan gigi.
Namun tidak membalas.
Gerald perlahan melangkah maju satu langkah.
“Kalau mau bunuh kami…”
Tatapannya dingin.
“…coba saja.”
Keheningan turun.
Lalu—
Raven menghilang.
WHUSSH!!
Mata Elias langsung membelalak.
“HILANG?!”
CLAAANGGG!!
Ledakan suara logam menggema keras di depan gerbang desa.
Gerald berhasil menahan tebasan Raven.
Namun—
DUUMM!!
Tanah di bawah kaki Gerald retak.
Matanya sedikit melebar.
Berat.
Terlalu berat.
“Bagus.”
Raven tersenyum kecil.
“Kau lebih kuat dari kelihatannya.”
Gerald mendorong pedangnya lalu mundur cepat.
WHUSSH!!
Tebasan kedua Raven menghancurkan pagar kayu di belakangnya.
BRAKK!!
Seluruh desa langsung panik.
“ANJIR PAGARNYA!”
“MONSTER ITU MANUSIA APA BUKAN?!”
Doran malah tertawa keras.
“HAHAHAHA!” “KEREN!”
“KAU SALAH SATU MASALAH TERBESAR DI SINI!”
Gerald menatap Raven serius sekarang.
Kecepatan pria itu gila.
Dan kekuatannya…
Bahkan lebih buruk.
Kalau ke…
The 10th Battalion
Duel di Gerbang Desa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments