Hujan deras mengguyur markas utama Batalyon Ke-10 malam itu.
Petir sesekali menyambar langit gelap, menerangi dinding baja raksasa yang dipenuhi bekas ledakan perang. Di kejauhan, suara sirene darurat masih meraung tanpa henti sejak serangan mendadak sore tadi.
Markas itu tidak lagi terasa seperti rumah.
Lebih mirip kuburan yang masih berdiri.
Lorong utama dipenuhi prajurit terluka. Beberapa duduk bersandar di tembok sambil menahan darah yang terus mengalir dari perban mereka. Yang lain hanya diam menatap lantai, kehilangan rekan satu tim beberapa jam lalu.
Di tengah suasana itu—
Tak...
Tak...
Tak...
Langkah berat terdengar mendekat.
Semua orang langsung menoleh.
Reynold berjalan perlahan melewati lorong dengan wajah dingin. Jaket hitam militernya basah terkena hujan. Ada luka sayatan di pipinya, sementara darah mengering terlihat di tangan kirinya.
Tatapan matanya kosong.
Namun justru itu yang membuat semua orang takut.
Tak ada yang berani menyapa.
Karena mereka tahu—
Jika Reynold terlihat setenang itu, berarti situasinya jauh lebih buruk dari yang dibayangkan.
Pintu ruang strategi terbuka otomatis saat ia mendekat.
BRRRRT—
Di dalam ruangan, Raven, Elena, Darius, dan beberapa anggota inti batalyon sudah menunggu dengan wajah tegang.
“Lo lama banget,” keluh Darius sambil berdiri.
Namun Reynold tidak menjawab.
Ia hanya berjalan mendekati meja utama.
Lalu—
CLINK.
Sebuah dog tag dilempar ke tengah meja.
Semua mata langsung membelalak.
Elena perlahan mengambil benda itu dengan tangan gemetar.
Dan wajahnya langsung pucat.
“Ini...” suaranya lirih.
Raven langsung merebutnya.
Tulisan di logam itu masih jelas terlihat.
COMMANDER VARRO
Ruangan mendadak sunyi.
Tak ada yang bicara selama beberapa detik.
Bahkan suara hujan di luar terdengar jauh lebih keras sekarang.
“Itu gak mungkin...” gumam Raven pelan.
Darius menggeleng cepat.
“Varro mati tiga tahun lalu.”
Reynold akhirnya bicara.
“Tadi gue lihat sendiri.”
Kalimat itu langsung membuat suasana berubah dingin.
Elena menatap Re…
The 10th Battalion
Bayangan yang Tidak Mati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments