Keheningan menyelimuti jalur tebing.
Semua mata tertuju pada monster raksasa yang berdiri di depan hutan.
Tubuhnya jauh lebih besar dibanding orc biasa.
Ototnya seperti batu.
Kulit hijau gelapnya dipenuhi luka lama.
Dan palu batu raksasa di tangannya terlihat cukup besar untuk menghancurkan satu rumah kecil.
“Apaan itu…” bisik salah satu tentara dengan wajah pucat.
Gerald menyipitkan mata.
“…Bukan orc biasa.”
Monster itu perlahan melangkah maju.
DUUM…
Tanah bergetar setiap kali kakinya menapak.
Orc-orc lain langsung mundur memberi jalan.
Seolah monster itu berada di tingkat yang berbeda.
“Gerald…” Elias bicara pelan.
“Kita kabur aja yuk.”
“Kalau ada jalan kabur, dari tadi aku sudah lari.”
“Itu bukan jawaban yang menenangkan!”
Boris menelan ludah.
“…Yang itu gede banget.”
Lalu ia menunjuk palu raksasa monster itu.
“Kalau kena itu pasti sakit.”
“TERIMA KASIH INFORMASINYA, WAHAI ORANG TERPINTAR DI SINI!”
Namun Gerald tetap memperhatikan monster itu dengan tenang.
Cara berjalan. Cara memegang senjata. Arah pandangan.
Makhluk itu lambat.
Tapi sekali serang— selesai.
Monster itu akhirnya berhenti di depan jalur sempit.
Matanya merah menyala menatap manusia-manusia di depannya.
Lalu—
“GROOOOAAAHHH!!”
DUARRR!!
Ogre itu mengayunkan palunya.
Tanah batu langsung pecah.
Beberapa tentara terlempar hanya karena getaran benturan.
“Kuat banget?!”
“Formasi jangan pecah!” teriak Gerald.
Namun sebagian tentara mulai panik.
“Mana mungkin kita lawan monster begitu?!”
“Kita mati!”
“DIAM!” bentak Gerald.
Suara Gerald menggema keras di jalur sempit.
Semua langsung membeku.
Gerald menunjuk monster itu.
“Dia besar.”
“Hah?”
“Dan besar berarti lambat.”
Ogre kembali mengangkat palunya.
“Kalau kalian panik, kalian mati.”
Monster itu menghantam lagi.
DUAARRR!!
Kali ini Gerald bergerak.
WHUSSH!!
Tubuhnya melesat ke samping tepat sebelum palu menghancurkan tanah.
Batu pecah ke segala arah.
Gerald langsung mendekat.
Pedangnya menebas kaki monster.
CLANG!!
“…Keras.”
Kulit monster itu seperti batu.
Og…
The 10th Battalion
Ogre
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments
Reyzz
kenapa kalimatnya selalu template ya? karena untuk pertama kalinya, karena sekarang mereka tahu, untuk terakhir kalinya, kayak aneh dikit
2026-07-22
1