“Akhirnya…”
“…kau datang.”
Suara itu mengguncang kesadaran Ren.
Bukan sekadar keras.
Namun terasa seperti sesuatu yang sudah ada jauh sebelum dunia manusia lahir.
Lautan hitam tanpa ujung terbentang di hadapannya.
Sunyi.
Kosong.
Dan di tengah tempat itu—
Gerbang merah raksasa berdiri seperti batas antara dunia dan mimpi buruk.
Ribuan mata merah di balik gerbang masih menatapnya tanpa berkedip.
Menunggu.
Mengawasi.
Ren mencoba bergerak.
Namun tubuhnya terasa berat.
Seolah keberadaan di balik gerbang itu sendiri sedang menekan jiwanya.
“…Wadah terakhir…”
Suara itu terdengar lagi.
Lebih dekat kali ini.
Dan perlahan—
Sesuatu mulai muncul dari balik gerbang merah.
Bukan tubuh utuh.
Hanya bayangan hitam besar.
Namun bahkan bayangannya saja sudah cukup membuat lautan abyss bergetar.
Ren menggertakkan gigi.
“Apa kau Raja Abyss?”
Keheningan sesaat.
Lalu—
Suara itu tertawa pelan.
Suara tawa yang sangat tua.
“Raja?”
“Makhluk kecil itu hanyalah pecahan dariku.”
Mata Ren langsung membesar.
Raja Abyss…
Hanya pecahan?
Maka apa sebenarnya benda di hadapannya ini?
Bayangan besar itu perlahan mendekat ke celah gerbang.
Dan semakin dekat—
Semakin Ren merasakan sesuatu yang mengerikan.
Bukan kebencian.
Bukan amarah.
Melainkan…
Kelaparan.
Kelaparan yang tidak pernah berakhir.
“Dunia manusia…”
“…selalu melahirkan abyss.”
Lautan hitam mulai bergerak pelan di bawah kaki Ren.
Bayangan-bayangan manusia muncul di permukaannya.
Perang.
Pembunuhan.
Pengkhianatan.
Kota terbakar.
Anak-anak menangis.
Semua bercampur jadi satu.
“Selama manusia masih memiliki rasa takut…”
“…aku tidak akan pernah mati.”
Ren mengepalkan tangannya.
“Kalau begitu aku akan menghancurkanmu.”
Keheningan sesaat.
Lalu—
Seluruh mata merah di balik gerbang tiba-tiba menyala lebih terang.
Dan untuk pertama kalinya—
Suara itu terdengar marah.
“Kau tidak bisa menghancurkan abyss.”
“Karena abyss adalah bagian dari dirimu.”
DUUUUM!!
Rasa sakit luar biasa menghantam dada Ren.
Pembuluh hitam langsung menyebar ke seluruh tubuhnya.
Pot…
The 10th Battalion
Gerbang di Balik Kegelapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments