Hening.
Seluruh lembah membeku.
Hujan masih turun pelan. Api masih membakar sisa rumah di dekat gerbang.
Namun tak ada suara lain.
Karena semua orang…
Masih melihat tubuh raksasa Orc Lord yang perlahan roboh tak bernyawa.
BUMMMMM…
Tanah bergetar terakhir kali saat monster itu benar-benar mati.
Darah hitam mengalir seperti sungai kecil di jalan desa.
Dan di atas kepala monster itu—
Gerald berdiri sambil memegang pedangnya yang tertancap dalam di tengkorak Orc Lord.
Tubuhnya penuh darah. Napasnya berat.
Namun matanya tetap dingin.
“…Mati.”
gumamnya pelan.
Keheningan bertahan beberapa detik lagi.
Lalu—
“MENANGGGG!!!”
Elias jadi orang pertama yang teriak.
Dan dalam satu detik—
Seluruh desa meledak.
“ORC LORD MATI!”
“KITA HIDUP!”
“THE 10TH BATTALION!!”
Orang-orang berteriak histeris. Beberapa menangis. Sebagian tertawa tidak percaya.
Karena mereka baru saja melakukan sesuatu yang bahkan tentara kerajaan takut lakukan.
Membunuh Orc Lord.
Doran tertawa paling keras sambil menghantam dada monster itu.
“HAHAHAHAHAHA!” “KEREN!”
Boris langsung jatuh duduk sambil napas ngos-ngosan.
“…Aku gak mau perang lagi.”
“BOHONG.” “Nanti juga ikut lagi,” jawab Elias.
“…Iya sih.”
Bahkan Kael sampai menatap Gerald tanpa kata-kata.
Tatapannya benar-benar berubah sekarang.
Karena pria yang berdiri di atas kepala Orc Lord itu…
Benar-benar mulai terasa seperti legenda perang.
Sementara itu—
Di luar desa…
Pasukan kerajaan dan pasukan Raven juga membeku melihat monster raksasa itu tumbang.
Seorang tentara kerajaan sampai berbisik pelan:
“…Mereka benar-benar membunuhnya.”
Elena menatap Gerald diam-diam.
Tatapannya tajam.
Lalu perlahan…
Ia tersenyum tipis.
“…Menarik.”
Namun orang yang paling aneh reaksinya—
Tentu saja Raven.
Pria itu justru tertawa pelan sambil melihat mayat Orc Lord.
“HAHA…”
Lalu makin keras.
“HAHAHAHAHAHA!”
Beberapa tentara Raven langsung menunduk ketakutan.
Karena mereka tahu:
Kalau Raven tertawa seperti itu… artinya dia benar-benar menikmati sesuatu.
Tatapannya perlahan naik ke…
The 10th Battalion
Pembunuh Orc Lord
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments