Langit malam di atas hutan perlahan berubah putih.
Bukan karena matahari.
Namun karena cahaya Holy Blade Art milik Lucien mulai memenuhi seluruh area.
CLIIIIING—
Udara bergetar tipis. Pepohonan bergoyang sendiri. Dan tanah di bawah kaki semua orang terasa makin berat.
Keheningan membeku.
Karena bahkan pasukan Holy Dominion sendiri…
Mulai mundur perlahan.
Mereka tahu.
Second Form telah keluar.
Dan saat Lucien memakai bentuk itu…
Biasanya perang selesai.
“…apakah monster Blackstone benar-benar bisa melawan langit.”
Pedang putih Lucien perlahan terangkat.
Cahaya suci menyelimuti seluruh bilahnya.
Namun yang paling menyeramkan—
Aura itu tidak liar.
Tidak meledak.
Justru terlalu tenang.
Seperti dunia sendiri sedang menahan napas.
Kael menggertakkan gigi.
“…Aku pernah dengar rumor.”
“Hm?” Elena melirik.
“Second Form bukan teknik untuk duel.”
Tatapannya tetap ke Lucien.
“…Itu teknik pembantaian.”
Keheningan turun.
Elias langsung pucat.
“KENAPA DIA PAKAI MODE PEMBANTAIAN BUAT SATU ORANG?!”
“Karena Gerald monster,” jawab Boris santai.
“…Masuk akal.” “Aku makin stres.”
WHUSSH…
Lucien melangkah maju satu kali.
DUUMMM.
Seluruh tanah langsung retak besar.
Dan tekanan putih itu…
Turun seperti langit runtuh.
Beberapa anggota The 10th Battalion langsung berlutut.
Napas mereka berat. Tubuh mereka gemetar.
Karena tekanan itu bukan cuma fisik.
Namun mental.
Lucien berdiri di tengah cahaya putih seperti sosok suci perang.
Tatapannya ke Gerald benar-benar dingin sekarang.
Tak ada emosi. Tak ada keraguan.
Hanya keputusan.
“…Berlutut.”
Suaranya turun pelan.
Namun seluruh hutan langsung bergetar.
DUUMMM!!
Elias langsung hampir jatuh.
“ANJIRRR!” “SUARANYA ADA DAMAGE!”
Brakka malah menyeringai makin lebar.
“…HAHA.” “Akhirnya.”
Doran tertawa brutal sambil memegang kapaknya.
“BUNUH DIA!”
Tak ada yang peduli Doran lagi.
Karena seluruh perhatian sekarang tertuju pada Gerald.
Dan Gerald…
Masih berdiri.
Meski tekanan putih terus menghantam tubuhnya.
Meski luka di tubuhnya makin banyak.
Tatapannya…
The 10th Battalion
Second Form
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments