Angin pagi berhembus pelan melewati reruntuhan Arkhaven.
Namun suasana di lembah terasa lebih berat dibanding saat Raven dan Magnus bertarung semalam.
Karena sekarang—
Yang berdiri di depan mereka bukan monster perang.
Namun manusia yang tersenyum terlalu tenang.
Lucien.
Cardinal Holy Dominion.
Pasukan putih emas di belakangnya tetap diam dalam formasi sempurna.
Tak ada yang bergerak. Tak ada yang bicara.
Namun tekanan mereka terasa jelas.
Elias langsung berkeringat dingin.
“…Aku lebih suka Magnus.”
“Kalimat paling aneh yang pernah kau ucapkan,” gumam Luca.
Namun tak ada yang benar-benar bercanda sekarang.
Karena semua orang sadar—
Pasukan Holy Dominion datang dengan tujuan.
Dan tujuan itu kemungkinan besar…
Gerald.
Lucien tetap tersenyum tipis sambil memegang tongkat emasnya.
“Aku hanya memastikan.”
Tatapannya tajam.
“Apakah kau akan jadi penyelamat dunia…” “…atau ancaman berikutnya.”
Keheningan membeku.
Gerald berdiri tenang di depan anggota batalionnya.
Meski tubuhnya penuh luka… meski nyaris kehabisan tenaga…
Tatapannya tetap dingin.
“Kalau aku ancaman?”
Lucien menjawab tanpa ragu:
“Maka kami akan menghentikanmu.”
Jawaban santai.
Namun justru itu yang paling menyeramkan.
Karena pria itu terdengar benar-benar yakin bisa melakukannya.
Kael langsung menggenggam pedangnya erat.
Sedangkan Elena melangkah maju sedikit.
“Lucien.” “Ini bukan tempatmu.”
Lucien melirik Elena sekilas.
“Kau masih melindungi kerajaan yang sudah mati?”
“Lebih baik daripada jadi anjing gereja.”
Beberapa pasukan Holy Dominion langsung berubah dingin.
Namun Lucien tetap tenang.
Senyumnya bahkan tidak berubah.
“Kerajaan gagal melindungi manusia.”
Tongkat emasnya mengetuk tanah pelan.
“Karena itu Holy Dominion akan mengambil alih.”
Keheningan turun lagi.
Dan Gerald langsung mulai mengerti.
Holy Dominion bukan datang untuk membantu.
Mereka datang untuk mengambil kendali.
Lucien kembali melihat Gerald.
“Kau punya kekuatan.” “Kau punya nama.” “Dan rakyat mulai mengikuti dirimu.”
Tatapannya menusuk ta…
The 10th Battalion
Ancaman Suci
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments