“Akhirnya…”
“…aku kembali.”
Suara itu menggema ke seluruh abyss.
Bukan hanya terdengar di telinga.
Namun terasa langsung di jiwa.
DUUUUUMMM—
Langit merah abyss bergetar hebat.
Retakan hitam di atas sana semakin melebar seperti luka raksasa yang sedang dibuka paksa.
Angin dingin turun dari langit.
Aura kematian memenuhi seluruh area.
Monster-monster abyss yang sejak tadi mengelilingi reruntuhan langsung meraung ketakutan.
Beberapa di antaranya bahkan mulai menghancurkan tubuh mereka sendiri sambil menangis histeris.
Leon membelalakkan mata.
“Apa…”
“…makhluk itu?”
Di udara—
tubuh Raven melayang perlahan.
Aura hitam mengelilinginya seperti badai.
Retakan abyss menyebar di kulit tubuhnya.
Dari leher.
Lengan.
Hingga ke wajah kirinya.
Dan mata merah itu—
masih menyala.
Elena menggigit bibirnya kuat-kuat.
“Raven…”
Ia bisa merasakan sesuatu.
Raven masih ada.
Namun sesuatu di dalam dirinya sedang mencoba mengambil alih sepenuhnya.
[ Wadah telah terbuka. ]
Suara kuno dari langit kembali terdengar.
Mata merah raksasa di balik retakan abyss perlahan terbuka lebih lebar.
Tatapannya langsung tertuju pada Raven.
DUUUMMM—
Tekanan mengerikan menghantam seluruh area.
Tanah runtuh.
Pilar-pilar kuno di reruntuhan mulai retak.
Leon sampai harus menancapkan pedangnya ke tanah agar tubuhnya tidak terpental.
Keringat dingin mengalir di wajahnya.
Naluri bertarungnya berteriak keras.
Lari.
Kabur sejauh mungkin.
Namun Leon tetap berdiri.
Matanya terus menatap Raven.
Karena jika ia lari sekarang—
Elena akan mati.
Dan Raven…
mungkin benar-benar berubah menjadi monster.
CLANGGG…
CLANGGG…
Suara rantai kuno bergema dari langit.
Perlahan—
sebuah tangan raksasa hitam keluar dari retakan abyss.
Dipenuhi rantai dan simbol kuno.
Ukuran satu jarinya saja lebih besar dari bangunan.
Saat tangan itu muncul—
seluruh monster abyss langsung berlutut.
Ketakutan.
Pemujaan.
Keputusasaan.
Semua bercampur menjadi satu.
Elena mundur perlahan.
Tubuhnya gemetar hebat.
“…Ini tidak masuk akal.”
Leon menggertakkan gigin…
The 10th Battalion
Wadah Abyss
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments