Keheningan memenuhi rumah kayu itu.
Bahkan suara hujan di luar terasa menghilang sesaat setelah Luca mengatakan nama itu.
Rothen.
Kota benteng terbesar di selatan.
Dan sekarang…
Jatuh.
“Mustahil…”
gumam Elena pelan.
Tatapannya terlihat benar-benar terguncang untuk pertama kalinya.
Karena Rothen bukan kota biasa.
Temboknya besar. Pasukannya banyak. Dan selama bertahun-tahun kota itu dikenal sebagai benteng terakhir wilayah selatan.
Kalau kota sebesar itu runtuh…
Maka situasi mereka jauh lebih buruk dari dugaan.
“Siapa yang menyerang?” tanya Gerald lagi.
Luca menelan ludah.
“…Pasukan manusia.”
Elias langsung mengernyit.
“Hah?” “Manusia mana?”
Luca terlihat ragu beberapa detik.
Lalu berkata pelan:
“Mereka pakai armor hitam merah.”
Kael langsung membeku.
Sedangkan Elena perlahan mengepalkan tangannya.
“…Black Legion.”
Keheningan turun lagi.
Doran malah tersenyum kecil.
“Namanya keren.”
“ITU BUKAN POINNYA!” teriak Elias.
Gerald menyipitkan mata.
“Siapa mereka?”
Elena menarik napas pelan sebelum menjawab:
“Kelompok tentara bayaran terbesar di barat.”
Tatapannya berubah dingin.
“Atau dulu begitu.”
Kael melanjutkan pelan:
“Sekarang mereka lebih mirip pasukan pembantai.”
Elias langsung pucat.
“Bagus.” “Musuh kita nambah lagi.”
Boris mengangkat tangan.
“Kalau semua musuh dikumpulin di satu tempat terus dibakar gimana?”
“…Aneh.” “Kadang ide dia masuk akal,” gumam Luca.
Elena berjalan mendekati peta lalu menunjuk wilayah barat.
“Black Legion dipimpin satu orang.”
“Siapa?” tanya Gerald.
Elena diam beberapa detik.
Lalu menjawab:
“…Magnus.”
Nama itu membuat Kael langsung terlihat tidak nyaman.
Bahkan Elena pun tampak kesal hanya karena menyebutnya.
“Dia lebih buruk dari Raven?” tanya Elias pelan.
Keheningan turun beberapa detik.
Lalu Elena menjawab jujur:
“…Berbeda.”
“Hah?”
“Raven membunuh karena perang.”
Tatapannya berubah dingin.
“Magnus membunuh karena dia menikmatinya.”
Suasana langsung terasa lebih berat.
Bahkan Doran berhenti tersenyum sedikit.
Dan itu langka.
“Elena.”
Geral…
The 10th Battalion
Kota yang Jatuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments