Pagi datang jauh lebih ramai dari biasanya.
Untuk pertama kalinya sejak The 10th Battalion berdiri…
Desa kecil itu terasa hidup.
Asap masakan naik dari dapur. Orang-orang memperbaiki rumah sambil bercanda. Dan suara latihan terdengar dari tengah desa sejak matahari belum tinggi.
Kemenangan melawan pasukan Raven mengubah banyak hal.
Bukan cuma moral.
Namun juga cara orang memandang mereka.
“GERAK YANG BENAR!” “TOMBOKNYA JANGAN GOYANG KAYAK MIE!”
Elias sekarang berdiri di tengah lapangan sambil melatih tombak depan.
Dan anehnya…
Orang-orang benar-benar mendengarkan dia.
“Anjir…”
gumam Elias sendiri.
“Aku jadi senior.”
Boris lewat sambil membawa tiga roti sekaligus.
“Tidak.” “Kau tetap idiot.”
“WOI!”
Beberapa anggota baru langsung tertawa.
Namun mereka juga sadar satu hal:
The 10th Battalion mulai berubah jadi pasukan sungguhan.
Meski tetap penuh orang aneh.
Di sisi lain desa—
Doran sedang latihan satu lawan lima sambil tertawa brutal.
“HAHAHAHA!” “AYO LAGI!”
BRAKK!! BRAKK!!
Lima orang langsung jatuh bersamaan.
“ITU LATIHAN APA PEMBANTAIAN?!” teriak Luca.
“Kalau gak sakit gak belajar!”
“ITU BUKAN KALIMAT NORMAL!”
Namun tak ada yang benar-benar takut lagi pada Doran sekarang.
Karena mereka mulai mengerti:
Pria besar itu memang gila… tapi dia melindungi mereka.
Gerald berdiri di atas rumah rusak sambil melihat seluruh desa.
Tatapannya tenang.
Namun pikirannya terus berjalan.
Kemenangan kecil kemarin bagus.
Terlalu bagus malah.
Karena sekarang Raven pasti mulai serius.
Dan saat Raven serius…
Orang-orang akan mati.
“Masih mikir perang?”
Kael naik ke atap lalu duduk di samping Gerald.
Lukanya mulai membaik. Namun tubuhnya masih penuh bekas tebasan lama.
“Ya.”
Kael tertawa kecil.
“Kau benar-benar mirip Raven.”
Gerald meliriknya sedikit.
“Hm?”
“Selalu mikir langkah berikutnya.”
Tatapan Kael turun ke desa.
“Bedanya…”
Ia melihat anggota batalion yang sedang tertawa di bawah.
“…orang-orang di sini gak takut sama kau.”
Keheningan turun beberapa detik.
Gerald tidak langsung menjaw…
The 10th Battalion
Pasukan Buangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments