DUAAARRR!!
Tombak raksasa itu masih bergetar di tengah desa.
Tanah retak di sekelilingnya. Beberapa orang bahkan jatuh karena benturannya terlalu kuat.
Keheningan langsung menyelimuti seluruh area.
Karena semua orang tahu satu hal:
Orang yang melempar tombak sebesar itu…
Bukan manusia normal.
BUMM… BUMM… BUMM…
Suara langkah kaki berat mendekat dari luar pagar desa yang setengah hancur.
Dan perlahan—
Puluhan tentara berarmor hitam merah mulai muncul dari balik kabut pagi.
Armor mereka berbeda dari pasukan Raven.
Lebih berat. Lebih brutal. Dan penuh bekas darah.
Tak ada simbol kerajaan. Tak ada lambang kehormatan.
Hanya tengkorak merah di dada mereka.
Black Legion.
Elias langsung menelan ludah.
“…Kenapa semua musuh kita suka pakai armor keren.”
“Fokus ke bagian ‘musuh’-nya,” jawab Kael dingin.
Di depan pasukan itu—
Pria raksasa tadi melangkah masuk ke desa sambil membawa tombak kedua di pundaknya.
Tubuhnya besar bahkan dibanding Doran. Wajahnya penuh bekas luka. Dan matanya…
Benar-benar kosong.
Seperti manusia yang terlalu sering membunuh.
Elena langsung memegang pedangnya erat.
“…Garrick.”
Pria itu melirik Elena sebentar.
Lalu mendengus kecil.
“Kau belum mati rupanya.”
Doran menyeringai lebar.
“HAHA.” “Aku suka dia.”
“KAU SUKA SEMUA ORANG PSIKOPAT!”
Namun Garrick bahkan tidak melihat Doran.
Tatapannya berhenti pada mayat Orc Lord di belakang desa.
Lalu—
Untuk pertama kalinya…
Ekspresinya berubah sedikit.
“…Jadi rumor itu benar.”
Gerald berdiri di depan anggota batalion lainnya.
Tatapannya tenang.
“Siapa kau?”
Garrick perlahan memutar tombaknya.
“Aku Kapten Garrick.” “Black Legion.”
Tombak besar itu berhenti tepat mengarah ke Gerald.
“Dan kau…”
Tatapannya dingin.
“…kepala baru yang sedang ramai dibicarakan.”
Elias langsung bisik ke Luca.
“Aku gak suka cara dia ngomong.”
“Aku juga.”
Namun Garrick melanjutkan:
“Magnus tertarik pada kalian.”
Keheningan turun.
Kael langsung menyipitkan mata.
“Itu bukan kabar baik.”
“Tidak pernah,” jawab Elena pelan.
Gerald tetap tenang.
“…
The 10th Battalion
Black Legion
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments