“ORC!!”
Jeritan itu langsung membuat seluruh desa kacau.
Para pengungsi panik. Anak-anak menangis. Dan beberapa orang langsung lari tanpa arah.
Tiga orc berjalan di antara rumah-rumah rusak sambil menggeram kasar.
Mata merah mereka menyapu desa seperti binatang lapar yang baru menemukan mangsa.
“GRAAAHHH!!”
Salah satu orc menghantam pintu rumah dengan kapaknya.
DUARR!!
Kayu langsung hancur berkeping-keping.
“ANJIR MASUK DESA!” Elias panik sambil mundur beberapa langkah.
Gerald langsung mencabut pedangnya.
“Tenang.”
“Hah?! TENANG GIMANA?!”
“Tiga orc bukan masalah.”
“ITU KALIMAT ORANG GILA!”
Namun Gerald memang serius.
Kalau dibanding ribuan orc di Bern… tiga monster ini masih bisa ditangani.
Masalah sebenarnya justru—
Orang-orang di desa belum siap bertarung.
“Varn!”
“Siap.”
“Bawa pengungsi ke tengah desa!”
“Dimengerti!”
“Doran!”
Pria besar itu menyeringai sambil memutar kapak besarnya.
“Akhirnya olahraga pagi.”
“…Aku takut sama orang ini,” gumam Elias.
Gerald lalu menoleh ke kelompok pengungsi bersenjata di luar desa tadi.
Mereka masih berdiri membeku melihat monster-monster itu.
Wajah mereka pucat.
Beberapa bahkan gemetar.
Karena berbeda dari Gerald dan kelompoknya…
Mereka belum pernah melihat orc secara langsung.
Anak muda kurus yang jadi pemimpin mereka menelan ludah.
“Itu… monster?”
“Kalau bukan monster masa kambing,” jawab Boris.
“INI BUKAN WAKTUNYA BERCANDA!”
Salah satu orc tiba-tiba meraung lalu berlari ke arah gerbang desa.
DUUM! DUUM!
Tanah sampai bergetar karena langkahnya.
“DATANG!!”
Beberapa pengungsi langsung kabur.
Namun Gerald bergerak lebih dulu.
WHUSSH!!
CLANG!!
Pedangnya menahan kapak batu orc.
Tangannya sedikit mati rasa.
Masih kuat seperti biasa.
Namun kali ini Gerald sudah jauh lebih siap dibanding pertama kali bertemu monster itu.
“Elias!”
“Hah?!”
“Kaki!”
“Oh!”
Elias langsung menusukkan tombaknya ke lutut orc.
CRASSHH!!
Monster itu meraung kesakitan.
Doran langsung tertawa keras.
“HAHAHAHA BAGUS!”
BRAKK!!
Kapaknya menghantam kepala orc sampai m…
The 10th Battalion
Pertarungan di Desa Rusak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 300 Episodes
Comments