Pagi itu berjalan seperti biasa, setidaknya di permukaan, dan tidak ada hal yang tampak berbeda bagi siapa pun yang melihat dari luar. Kampus mulai ramai sejak jam pertama, suara langkah kaki memenuhi koridor, dan obrolan ringan terdengar dari berbagai sudut tanpa jeda yang berarti. Airel Virellia berjalan melewati lorong dengan ritme yang sama seperti hari-hari sebelumnya, tas di bahunya tergantung rapi, wajahnya tenang, nyaris tanpa perubahan.
Ia melewati beberapa kelompok mahasiswa yang sedang berbincang, sesekali harus menghindar karena ada yang berjalan berlawanan arah dengan tergesa. Udara di dalam gedung terasa sedikit pengap, bercampur dengan aroma kertas dan pendingin ruangan yang tidak sepenuhnya dingin. Airel tetap berjalan tanpa terburu, langkahnya terukur seperti seseorang yang sudah hafal setiap sudut tempat itu tanpa perlu melihat sekeliling terlalu lama.
Di mata orang lain, ia tampak baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dipertanyakan dari sikapnya. Ia masuk kelas tepat waktu, duduk di tempat yang hampir selalu sama, lalu mengeluarkan buku catatan dengan gerakan yang rapi dan tanpa suara. Dosen mulai menjelaskan materi, dan Airel mengikuti dengan fokus yang cukup, mencatat poin penting dan sesekali mengangkat kepala untuk memastikan ia tidak melewatkan sesuatu.
Namun ada satu hal yang tetap tidak berubah, sesuatu yang bahkan ia sendiri tidak pernah benar-benar coba hentikan. Tangannya bergerak pelan, melirik jam di pergelangan, dan tatapannya tertahan lebih lama dari sekadar memastikan waktu.
09.17.
Ia mengalihkan pandangan kembali ke depan, tapi pikirannya sempat tertinggal beberapa detik lebih lama dari yang terlihat. Gerakan itu kecil dan hampir tidak menarik perhatian siapa pun, karena kebanyakan orang sibuk dengan urusan masing-masing. Namun ada satu orang yang tidak melewatkannya begitu saja.
Di barisan kursi sedikit ke belakang, seorang pria bersandar dengan santai sambil memutar pulpen di jarinya. Raveon Arkhalis tidak terlihat terlalu foku…
Penantian 7 Tahun
BAB 6 - Kemunculan Rave
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments