Semalaman Airel hampir tidak tidur. Ia berkali-kali memejamkan mata, lalu membukanya lagi beberapa menit kemudian karena pikirannya terus berputar ke tempat yang sama. Ucapan Rave semalam seperti lagu rusak yang hanya memutar satu bagian dan menolak berhenti di kepalanya.
Jangan terlalu dalam sama dia. Kamu belum tahu siapa dia sebenarnya.
Kalimat itu terdengar seperti peringatan, tetapi di saat yang sama juga seperti seseorang sedang berusaha melindunginya dari sesuatu. Rave bukan tipe orang yang suka berbicara berputar-putar. Ia blak-blakan, kadang terlalu jujur, sering menyebalkan, tetapi hampir selalu jelas.
Justru karena itu Airel makin gelisah.
Jika orang seperti Rave sampai memilih bicara setengah jalan, berarti yang ia tahu bukan persoalan kecil. Namun setiap kali Airel mencoba menjauh dari Zev di dalam pikirannya, dadanya justru terasa sesak seperti ada beban yang menahan.
Pukul lima pagi ia sudah terbangun. Langit di luar jendela masih kelabu, sisa hujan semalam membuat udara kamar terasa dingin dan lembap. Tirai bergerak pelan terkena angin, menciptakan suara tipis yang membuat suasana makin sepi.
Ia memiringkan tubuh, memeluk bantal, lalu menatap langit-langit cukup lama. Semua hal yang ingin ia hindari datang bergantian. Wajah Zev di yayasan. Nada suara Rave. Pertengkaran kemarin. Dan pertanyaan yang belum punya jawaban.
Pukul tujuh ia sudah duduk di meja makan dengan secangkir teh hangat yang nyaris tak disentuh. Ibunya sedang menggoreng telur di dapur, sesekali melirik ke arahnya karena anak gadisnya tampak seperti orang yang baru kehilangan arah.
“Kamu sakit?” tanya ibunya sambil membawa piring.
“Enggak.”
“Mukamu kayak habis ditinggal dua kali.”
Airel tertawa tipis meski hambar.
“Ma.”
“Berantem lagi?”
Airel menunduk sambil memainkan sendok. Gerakannya kecil, lambat, dan jelas tidak berniat makan. Ibunya duduk di kursi seberang lalu menatapnya dengan sabar.
“Kamu itu dari kecil kalau ada masalah selalu pengin nyelesaiin sendiri.”
“Aku bisa kok.”
“Bisa…
Penantian 7 Tahun
BAB 41 - Kata Yang Tertahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments