Malam turun dengan udara yang lebih sejuk setelah hujan sore reda. Jalanan kota masih memantulkan cahaya lampu dari genangan tipis di tepi trotoar, sementara kendaraan berlalu dengan suara ban yang sesekali membelah sisa air di aspal. Orang-orang berjalan seperti biasa, sibuk dengan urusan masing-masing, seolah tak ada apa pun yang berubah di dunia.
Di dalam dada Airel, semuanya justru bergerak terlalu cepat.
Ia berdiri beberapa saat di depan gerbang taman kota yang menghadap danau buatan. Tempat itu tidak besar, tidak mewah, tetapi selalu punya suasana tenang yang ia sukai sejak lama. Lampu-lampu kecil berjajar di sepanjang jalur pejalan kaki, memantul di permukaan air yang gelap dan tenang seperti garis cahaya yang pecah. Dari sisi lain taman terdengar suara musik jalanan samar, bercampur tawa beberapa pengunjung yang lewat.
Ponselnya masih berada di genggaman sejak turun dari kendaraan tadi. Layar itu beberapa kali menyala karena jemarinya tanpa sadar menekan tombol samping, lalu padam lagi. Pesan terakhir dari Zev tetap terbuka.
Aku di tempat biasa.
Tiga kata sederhana yang berhasil membuat jantungnya tidak pernah benar-benar tenang sejak sejam terakhir.
Airel menarik napas panjang dan menatap ke dalam taman. Malam ini ia datang membawa keputusan yang sudah lama tertunda. Ia tidak ingin lagi menyimpan semuanya sendirian, tidak ingin terus bersikap seolah perasaannya bisa dibungkam hanya dengan diam.
Tujuh tahun ia menunggu seseorang yang samar. Berpegang pada potongan kenangan masa kecil yang bahkan kadang ia ragukan sendiri. Lalu hidup mempertemukannya dengan Zev, laki-laki yang mengacaukan batas antara masa lalu dan masa kini tanpa berusaha.
Ia ingin jujur.
Tentang penantian itu.
Tentang perasaan yang tumbuh di luar kendalinya.
Tentang kenyataan bahwa Zev sudah menjadi bagian dari harinya tanpa diminta.
Dengan langkah perlahan, Airel masuk ke taman.
---
Zev duduk di bangku kayu dekat danau, tepat di bawah pohon besar yang rantingnya menggantung rendah. Ia meng…
Penantian 7 Tahun
BAB 71 - Kata Yang Terlambat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments