Sore itu kota terasa lebih padat dari biasanya, seolah semua orang memilih keluar di waktu yang sama tanpa benar-benar saling melihat. Udara terasa hangat dengan sisa panas siang yang belum sepenuhnya hilang, bercampur dengan debu jalanan dan aroma makanan dari kaki lima di sudut trotoar. Lampu kendaraan mulai menyala satu per satu, membentuk garis panjang yang bergerak pelan di sepanjang jalan.
Airel berdiri di tepi trotoar, memeluk tas kecilnya erat dengan kedua tangan, seperti butuh sesuatu untuk dipegang agar tetap stabil. Di sekelilingnya, orang-orang berjalan cepat tanpa ragu, sebagian sibuk dengan ponsel, sebagian lain berbicara dengan teman di sampingnya. Semua terlihat punya tujuan, punya arah, sementara ia hanya berdiri menunggu lampu berubah tanpa benar-benar tahu apa yang ia rasakan.
Beberapa hari terakhir ia mencoba kembali ke rutinitas yang sempat ia tinggalkan, memaksa dirinya masuk ke pola yang dulu terasa biasa. Ia bangun pagi, pergi bekerja, pulang, lalu mengisi waktu dengan hal-hal kecil agar pikirannya tidak kosong. Namun di sela semua itu, ada jeda yang tidak bisa ia hindari, dan di dalam jeda itulah nama itu selalu muncul.
Zev.
Ia tidak lagi menyebutnya, bahkan dalam hati pun ia berusaha menekan bayangan itu setiap kali muncul. Namun semakin ia menahan, semakin jelas ingatan itu datang, seolah pikirannya menolak untuk melupakan sesuatu yang pernah begitu berarti. Hal-hal kecil kembali tanpa izin, dari cara berjalan, cara diam, sampai cara menatap yang dulu terasa sederhana.
Lampu penyeberangan berubah hijau dan suara langkah kaki mulai terdengar serempak. Orang-orang di sekitarnya bergerak hampir bersamaan, menciptakan arus yang mendorongnya ikut maju. Airel menarik napas pelan, lalu melangkah mengikuti mereka, mencoba menjadi bagian dari keramaian itu.
Satu langkah terasa ringan karena mengikuti alur, dua langkah berikutnya masih bisa ia kendalikan meskipun pikirannya mulai mengembara. Namun ketika ia hendak melangkah lagi, tubuhnya berhenti b…
Penantian 7 Tahun
BAB 87 - Pertemuan Singkat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments