Rumah keluarga Arshen selalu punya suasana yang sulit ditemukan di tempat lain ketika malam datang. Bukan karena bangunannya paling megah atau halaman depannya luas, melainkan karena setiap sudut rumah itu seperti menyimpan cerita yang belum selesai diceritakan. Foto-foto lama berjejer di dinding lorong, rak buku penuh album tebal dengan sampul kusam, dan lemari kayu besar di ruang tengah selalu berisi benda-benda yang tak pernah benar-benar dibuang.
Jika rumah lain terasa seperti tempat tinggal, rumah Arshen terasa seperti penjaga ingatan. Setiap kali seseorang membuka laci, selalu ada masa lalu yang ikut terbangun. Setiap kali lampu ruang keluarga menyala, seolah kenangan lama ikut duduk diam di sofa.
Malam itu Raveon Arshen pulang dengan langkah cepat, namun isi kepalanya jauh lebih berisik daripada langkahnya sendiri. Sejak melihat Zev berada di Yayasan Bina Harapan sore tadi, firasat yang semula hanya samar berubah menjadi desakan yang tak bisa diabaikan. Potongan kejadian yang selama ini tampak acak mulai bergerak dan mengarah ke satu titik yang sama.
Wajah yang terasa familiar. Nama Reyan yang berulang kali muncul. Yayasan lama yang mendadak kembali relevan. Airel yang menunggu tujuh tahun. Zev yang kehilangan bagian hidupnya sendiri. Semua itu terlalu rapi jika disebut kebetulan.
Ibunya sedang duduk di ruang keluarga sambil melipat pakaian ketika Rave masuk. Televisi menyala kecil sebagai teman, namun suara acaranya kalah oleh bunyi kain yang dilipat rapi satu per satu.
“Kamu baru pulang? Makan dulu?”
“Nanti, Ma.”
Ibunya mengangkat alis sambil menatap wajah anaknya. “Kenapa muka kamu kayak habis dikejar debt collector?”
Rave menjatuhkan tubuh ke sofa, lalu mengusap wajah kasar dengan kedua tangan. “Ma, aku mau tanya sesuatu.”
“Nanya serius atau nanya model kamu yang suka bikin orang naik darah?”
“Serius.”
Nada suaranya membuat ibunya ikut menghentikan tangan. Perempuan itu meletakkan baju di pangkuan dan menoleh penuh perhatian.
“Apa?”
Rave menyandarkan kepa…
Penantian 7 Tahun
BAB 39 - Foto Lama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments