Langit sore berwarna abu tua ketika semuanya benar-benar sampai di ujung jalan. Hujan yang sejak siang turun putus sambung baru saja reda, meninggalkan halaman rumah keluarga Airel dalam keadaan basah dan berkilau. Genangan air memantulkan cahaya lampu teras yang mulai menyala, sementara udara dingin membawa bau tanah, rumput lembap, dan daun-daun yang patah diterpa angin.
Rumah itu tampak biasa dari luar. Pagar besi masih berdiri seperti dulu, pot tanaman masih berjajar di sisi teras, dan tirai ruang tamu masih setengah terbuka. Namun sore itu, bangunan yang selama bertahun-tahun menjadi tempat pulang justru terasa seperti tempat yang menyimpan terlalu banyak luka.
Airel berdiri di ambang pintu dengan satu tangan menahan sisi kusen. Wajahnya pucat, bibirnya kehilangan warna, dan matanya merah karena tangis yang belum benar-benar selesai. Air mata memang sudah berhenti turun, tetapi ada tahap setelah terlalu banyak menangis ketika seseorang justru menjadi kering dan kosong, seolah tubuhnya kehabisan cara untuk menunjukkan sakit.
Ia mengenakan sweater tipis dan celana rumah yang sama sejak pagi. Rambutnya diikat seadanya, beberapa helai jatuh berantakan di sisi wajah. Dari jauh ia tampak tenang, tetapi jemari tangan kirinya terus bergerak gelisah, meremas ujung lengan baju tanpa sadar.
Di depannya, Zev berdiri beberapa langkah dari teras dengan pakaian yang masih basah. Jaket hitamnya menempel pada tubuh, rambutnya jatuh menutupi dahi, dan air masih menetes dari ujung lengan baju ke tanah. Namun yang membuatnya terlihat rapuh bukan hujan itu. Tatapan matanya yang kehilangan arah jauh lebih menyedihkan daripada pakaian basah mana pun.
Rave berdiri di samping pintu, sedikit di belakang Airel. Sejak tadi ia tidak bicara. Kedua tangannya masuk ke saku celana, bahunya tegang, rahangnya mengeras. Ia biasanya selalu punya sesuatu untuk dikatakan, entah candaan, omelan, atau jalan keluar. Kali ini, semua kata terasa tidak berguna.
Hening panjang memisahkan tiga orang yang sa…
Penantian 7 Tahun
BAB 79 - Perpisahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments