Sejak hari mereka pergi bersama ke toko buku dan taman kota, sesuatu pada Zev berubah pelan-pelan dengan cara yang sulit dijelaskan. Bukan perubahan besar yang membuat orang langsung menoleh, melainkan pergeseran kecil yang hanya terlihat kalau seseorang cukup dekat untuk memperhatikan. Ia masih pria dengan nada bicara tenang, masih sering menatap orang terlalu lama sampai lawan bicara salah tingkah, dan masih punya kebiasaan menjawab seperlunya seolah kata-kata mahal untuk dibuang sembarangan.
Namun di sela semua sikap datar itu, muncul sisi lain yang sebelumnya hanya sesekali terlihat lalu cepat hilang. Sisi yang lebih ringan, lebih mudah diajak bercanda, dan tak lagi selalu terlihat seperti sedang memikul sesuatu sendirian. Airel yang paling dulu menyadarinya, karena belakangan ini ia menjadi orang yang paling sering berada di dekat Zev.
Senin pagi, kelas statistik baru selesai ketika Airel keluar sambil membawa buku dan wajah lelah. Koridor gedung masih ramai mahasiswa yang berjalan ke sana kemari, suara langkah bercampur obrolan kecil memenuhi lorong panjang. Di bangku dekat jendela, Zev duduk santai sambil memegang kantong kertas dari toko roti yang masih mengeluarkan uap tipis.
Airel berhenti di depannya.
“Kamu ngapain di sini?”
“Menunggu.”
“Sejak kapan?”
“Lumayan.”
“Kenapa enggak bilang?”
“Aku mau lihat berapa lama kamu sadar.”
Airel menatapnya beberapa detik lalu menggeleng tak percaya. Ia benar-benar kadang ingin melempar sesuatu ke kepala pria itu, hanya untuk memastikan isi pikirannya normal.
“Kamu sengaja?”
“Iya.”
“Kamu kurang kerjaan.”
Zev berdiri lalu menyerahkan kantong kertas itu padanya. Saat Airel membukanya sedikit, aroma roti hangat dan keju langsung keluar, membuat perutnya yang belum sempat sarapan ikut bereaksi.
“Aku beli roti keju.”
Airel mengangkat alis.
“Kok tahu aku mau ini?”
“Kamu tiap lewat toko roti selalu pelanin langkah.”
Jawaban itu disampaikan sambil mulai berjalan di samping Airel, seolah memperhatikan hal sekecil itu bukan sesuat…
Penantian 7 Tahun
BAB 44 - Sisi Lembut Zev
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments