Perubahan yang paling menyakitkan sering datang tanpa suara dan tanpa tanda yang mudah dibaca. Ia tidak selalu hadir lewat pertengkaran besar atau kalimat perpisahan yang jelas, kadang justru muncul dari hal-hal kecil yang pelan-pelan hilang sampai seseorang sadar bahwa yang dulu terasa dekat kini sudah tak bisa disentuh dengan cara yang sama. Itulah yang sedang dialami Airel Virellia, meski ia sendiri belum berani menamai rasa itu.
Sejak kejadian di koridor kampus pagi tadi, pikirannya seperti terjebak di satu titik yang terus berulang. Wajah Zev yang mendadak pucat, napasnya kacau, mata tenang yang berubah seperti seseorang yang baru melihat sesuatu mengerikan, lalu langkah tergesa ketika ia memilih pergi tanpa penjelasan. Semua gambar itu berputar terus di kepala Airel dan menolak berhenti.
Yang paling mengganggu bukan sekadar Zev pergi. Airel tahu pria itu pernah menjaga jarak beberapa kali dan selalu punya alasan yang tak pernah selesai dijelaskan. Namun kali ini berbeda, karena semuanya terjadi tepat setelah Zev menatap dirinya seolah melihat orang lain di balik wajah yang sama.
Di kelas siang, dosen sedang menjelaskan teori panjang lebar di depan layar proyektor. Suara pria itu masuk ke telinga Airel seperti bunyi dari ruangan lain, ada tetapi tidak benar-benar dipahami. Pulpen di tangannya hanya berputar di antara jari tanpa menulis satu catatan pun.
Kalista yang duduk di sebelahnya menepuk meja pelan.
“Kamu dari tadi kosong.”
“Aku denger kok.”
“Kamu nulis nama Zev tiga kali.”
Airel menunduk cepat. Di sudut kertas memang ada huruf Z yang ditulis tanpa sadar, lalu nama lengkap yang sudah ia coret sampai nyaris robek. Ia mendesah kesal pada dirinya sendiri.
Kalista menggeleng. “Aku dukung drama romantis, tapi jangan sampai IPK jadi korban.”
“Aku lagi enggak mood bercanda.”
“Berarti parah.”
Airel tidak menanggapi. Ia menoleh ke arah jendela kelas dan membiarkan matanya jatuh ke area parkir di bawah sana. Matahari sore memantul di kaca mobil yang keluar masuk, b…
Penantian 7 Tahun
BAB 37 - Tempat Yang Disembunyikan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments