Zev sama sekali tidak berniat pergi ke mana-mana pagi itu. Ia hanya ingin berada di balik kemudi, menatap jalan, dan membiarkan pikirannya bergerak tanpa harus menjawab pertanyaan siapa pun. Rumah terasa terlalu sunyi, kantor terlalu penuh suara, sementara kepalanya sendiri sudah cukup ramai sejak beberapa malam terakhir.
Tidurnya berantakan. Setiap kali memejamkan mata, ada potongan-potongan yang datang tanpa urutan dan tanpa izin.
Hujan menghantam aspal gelap. Cahaya biru merah berputar dari kejauhan. Tangis kecil yang serak karena terlalu lama menangis. Tangan mungil menggenggam lengannya erat seolah jika dilepas, dunia akan ikut hilang.
Lalu satu nama yang terus muncul seperti bisikan dari ruangan tertutup.
Reivan.
Nama itu bukan Zev. Namun setiap kali terdengar, dadanya bereaksi lebih cepat daripada pikirannya.
Karena itu pagi ini ia mengambil kunci mobil, keluar dari rumah tanpa memberi tahu siapa pun, lalu menyalakan mesin saat langit masih pucat tertutup awan tipis. Kota masih basah oleh hujan semalam. Jalanan belum ramai, hanya beberapa motor dan pedagang yang mulai membuka usaha.
Ia menyetir tanpa tujuan, mengikuti jalan yang terasa benar walau tak masuk akal.
Belok kiri di simpang yang biasanya ia lewati lurus. Menyusuri deretan ruko tua dengan rolling door setengah terbuka. Masuk ke jalan kecil yang bahkan tak yakin pernah ia lihat di peta kota.
Setiap kali logikanya berkata putar balik, tangannya justru bergerak lebih dulu ke setir. Seolah tubuhnya mengenali arah yang tidak dikenal pikirannya.
“Gila,” gumamnya pelan.
Namun ia tetap melaju.
Dua puluh menit kemudian, mobil Zev berhenti di depan kawasan lama yang nyaris tertinggal dari perkembangan kota. Rumah-rumah satu lantai berdiri rapat dengan cat pudar, pagar berkarat, dan teras kecil yang dipenuhi pot tanaman. Pohon mangga tua tumbuh miring di sudut jalan, akarnya mengangkat sebagian trotoar.
Ia mematikan mesin lalu menatap sekeliling cukup lama.
Aneh.
Ia yakin belum pernah datang ke sini sebagai or…
Penantian 7 Tahun
BAB 56 - Tempat Yang Memanggil
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments